7 Jumadil Akhir 1442

Industri Pariwisata Halal Turki Tumbuh Melebihi Ekspektasi

Rabu , 18 Nov 2020, 13:56 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
 Hagia Sophia era Bizantium, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO dan salah satu tempat wisata utama Istanbul di distrik bersejarah Sultanahmet Istanbul, Jumat, 10 Juli 2020. Dewan Negara Turki, pengadilan administratif tertinggi di negara itu adalah diperkirakan akan mengeluarkan putusan tentang petisi yang meminta keputusan 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum dibatalkan.
Hagia Sophia era Bizantium, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO dan salah satu tempat wisata utama Istanbul di distrik bersejarah Sultanahmet Istanbul, Jumat, 10 Juli 2020. Dewan Negara Turki, pengadilan administratif tertinggi di negara itu adalah diperkirakan akan mengeluarkan putusan tentang petisi yang meminta keputusan 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum dibatalkan.

IHRAM.CO.ID, ANTALYA -- Industri pariwisata halal Turki diketahui tumbuh melebihi ekspektasi di tengah pandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal Organisasi Pariwisata Halal Internasional, Emrullah Ahmet Turhan, mengatakan ada minat yang besar pada akomodasi hotel dan vila.

"Ini seperti yang kami perkirakan pada awal pandemi. Kami sudah mencapai 100 persen tingkat hunian di vila, yang umumnya mencapai 90-95 persen tingkat hunian. Begitu juga bisnis yang melayani kemah dan karavan, sudah mencapai kapasitas penuhnya,” kata Turhan dilansir di Anadolu Agency, Rabu (18/11).

Tak hanya sektor akomodasi, ia menyebut wisata menggunakan kapal pribadi juga banyak diminati. Dalam musim yang bergejolak di banyak sektor, sektor pariwisata halal tidak merugikan investornya.

Lebih lanjut, Sekjen Organisasi Pariwisata Halal Internasional ini mencatat upaya yang dilakukan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki telah membuahkan hasil dalam aspek ini. Dengan promosi yang tepat, penindakan terbaik di bandara dan sertifikat pariwisata yang aman di hotel-hotel yang memenuhi standar kesehatan, para pengunjung mendapatkan kepercayaan diri dan rasa aman.

Wisata halal Turki disebut menargetkan keluarga Muslim yang mengikuti aturan Islam. Fasilitas yang sesuai dengan subkategori pariwisata ini tidak melayani permintaan alkohol dan memiliki fasilitas spa dan kolam renang terpisah bagi pria dan wanita.

Sebelumnya diberitakan Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, mengatakan kasus infeksi Covid-19 dan kematian akibat penyakit ini masih mengalami peningkatan secara global. Karena itu, ia menegaskan negaranya membutuhkan tindakan lebih ketat untuk mengendalikan penyebaran wabah.

“Kami telah menganalisis secara rinci langkah-langkah pembatasan yang diperlukan. Dari analisis itu menunjukkan faktor utama peningkatan kasus adalah mobilitas dan kehadiran orang dalam pertemuan massal. Kami memutuskan menyarankan masyarakat menerapkan langkah-langkah konkret untuk mencegah penyebaran penyakit,” ujar Koca dilansir di Ahval News, Selasa (17/11).

Meski demikian, Koca tidak menyebut secara rinci langkah-langkah yang akan dilaksanakan Turki. Otoritas di Istanbul, salah satu kota terbesar di negara itu, sebelumnya mengumumkan tindakan lebih lanjut untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Beberapa tindakan yang diumumkan adalah penutupan museum serta seluruh fasilitas budaya, seni, dan olahraga. Pelatihan kejuruan juga akan ditunda mulai Kamis (19/11) besok.

 

widget->kurs();?>