10 Jumadil Akhir 1442

Perlakuan Rasulullah Terhadap Hajar Aswad

Rabu , 18 Nov 2020, 14:56 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Perlakuan Rasulullah Terhadap Hajar Aswad (ilustrasi).
Perlakuan Rasulullah Terhadap Hajar Aswad (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Hajar Aswad merupakan bagian komponen dari bagunan kabah yang paling diburu jamaah haji dan umroh untuk dicium karena kemuliannya. Rasulullah begitu memuliakan batu hajar aswad yang posisinya di sebelah pojok kabah bagian timur ini.

"Sesungguhnya Hajar Aswad adalah salah satu batu mulia (yakut) dari surga. Pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan memiliki dua mata dan satu lidah. Ia akan berbicara dan sepasang mata itu akan bersaksi untuk orang yang mengusapkannya dengan hak dan kebenaran." (at-Tirmidzi)

Imam Al-Ghazali dalam kitab Asrar-al Haj mengatakan at-tirmidzi meriwayatkan dan menyahihkan hadis ini. Begitu juga an-nasa'i keduanya meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Abbas. 

"Hajar Aswad berasal dari surga adalah redaksi dalam riwayat an nasa'i. Sedangkan sisanya diriwayatkan oleh at-tirmidzi dan dipandang sebagai hadis hasan olehnya, juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-hakim.

Ibnu Majah dan Ibnu Hibban menilai shahih hadits tersebut yang berasal dari Ibnu Abbas. Sedangkan Al Hakim menilai shahih yang berasal dari Anas yakni sudut Hajar Aswad dan maqom Ibrahim adalah dua batu mulia dari surga." 

Isnadnya dianggap sahih dan hadis yang diriwayatkan oleh at Tirmidzi Ibnu Hibban Al hakim dari hadis Abdullah bin Amr. Dalam sebuah hadis lain diceritakan Rasulullah SAW. sering mencium Hajar Aswad. "HR Bukhari dan Muslim).

Imam Al Ghazali menerangkan hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Umar tanpa kata "sering" sedangkan dalam riwayat an Nasa'i disebutkan bahwa nabi mencium Hajar Aswad tiga kali jika melihatnya lengang."

Diriwayatkan pula bahwa nabi pernah bersujud di atas Hajar Aswad. "Sesungguhnya nabi pernah bersujud di atas."(HR Al Hakim).

Hadits ini kata Imam al-Ghazali diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan al-Hakim dari Umar keduanya memandang shahih terhadap isnadnya. Ad-daruquthni meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa nabi bersujud kepada Hajar Aswad.

As- Syafi'i juga meriwayatkan hadis dalam kitab musnadnya dengan redaksi, "Sebelum rukun dan beliau sujud di atas Hajar Aswad sebanyak tiga kali." (HR Al Hakim) Al Baihaqi juga meriwayatkan dan berkata "Aku melihat Umar bin Khattab mencium dan bersujud di atasnya kemudian dia berkata. "Aku melihat Rasulullahmelakukannya." HR.Baihaqi) 

As-Syafii, Al Baihaqi dan Al Azraqi meriwayatkan bahwa Rasulullah mencium Hajar Aswad tiga kali dan sujud di atasnya pada setiap ciuman. "Mayoritas ulama berpendapat kebolehan bersujud hadis tersebut membantah argumentasi pihak yang menolaknya, kata Imam Al-Ghazali.

Diceritakan pada hadits yang lain juga "nabi pernah tawaf sambil menaiki kendaraan titik diletakkan tongkat yang dapat dilipat kepalanya ke atas Hajar Aswad lalu Beliau mencium ujung tongkatnya tadi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sahabat Umar juga pernah mencium Hajar Aswad kemudian berkata "Sungguh aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Tidak mendatangkan bahaya dan tidak pula memberi manfaat. Kalau bukan karena aku melihat Rasulullah SAW menciummu, aku tidak akan menciummu. 

Kemudian Umar menangis hingga terdengar keras suara isakan tangisnya. Dia menoleh kebelakang dan melihat Ali berada di dekatnya. Dia berkata Wahai Abu Al Hasan disinilah tempat tumpahkan air mata dan tempat doa cepat dikabulkan. 

Ali menyahut, "wahai Amirul mukmini. Hajar Aswad bisa mendatangkan bahaya dan dapat memberi manfaat."

Umar bertanya "bagaimana itu?" 

Ali berkata." Sesungguhnya Allah ketika mengambil janji di atas anak cucu Adam, dia menulis satu surat atas mereka kemudian meletakkannya di dalam Hajar Aswad. Hajar Aswad itu akan bersaksi bagi orang mukmin karena memenuhi janji dan bersaksi juga terhadap orang kafir karena pengingkaran dan pembangkangannya."

 

widget->kurs();?>