Durasi Masjidil Haram Disterilkan 35 Menit

Kamis , 19 Nov 2020, 09:34 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Durasi Masjidil Haram Disterilkan 35 Menit. Foto: Lebih dari 3,500  pekerja membersihkan dan mensterilkan Masjidil Haram setiap hari.
Durasi Masjidil Haram Disterilkan 35 Menit. Foto: Lebih dari 3,500 pekerja membersihkan dan mensterilkan Masjidil Haram setiap hari.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH --Presidensi Umum Masjidil Haram dan Urusan Masjid Nabawi melakukan upaya besar dalam mensterilkan dan mengharumkan Masjidil Haram beserta halamannya. Kerja keras diperlukan mengingat ukuran Masjid Suci ini diperkirakan mencapai satu juta meter persegi.

 

Terkait

Dilansir di Saudi Gazette, Kamis (19/11), untuk membersihkan keseluruhan masjid, Presidensi telah menyediakan lebih dari 4.000 pekerja kebersihan. Ribuan petugas ini hadir sepanjang waktu dan bekerja dalam empat shift.

Baca Juga

Proses pembersihan dan sterilisasi seluruh Masjidil Haram dan halamannya memakan waktu 35 menit. Sembilan tim yang terdiri dari dua supervisor untuk masing-masing tim melaksanakan tugas desinfeksi dan sterilisasi.

Diketahui saat ini Saudi tengah membuka tahap ketiga dimulainya kembali ibadah umroh. Di tahap ini, Saudi mengizinkan jamaah umrah asing dengan durasi tinggal maksimal 10 hari.

Sejak dibuka kembali awal Oktober lalu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan 788.038 jamaah telah melakukan umrah. Arab Saudi menangguhkan umrah pada bulan Maret akibat menyebarnya pandemi Covid-19. Tak hanya itu, Kerajaan juga mengurangi jumlah jamaah haji dengan hanya mengizinkan sekitar 1.000 jamaah, pada Juli 2020.

Tahap pertama Umrah, yang berlangsung selama 14 hari sejak 4 hingga 17 Oktober, telah diikuti 84.000 jamaah, dengan 6.000 orang per hari. Di tahap kedua dengan durasi waktu 18 hingga 31 Oktober, jamaah yang melaksanakan umrah berjumlah 210.000 orang, dengan kapasitas 15.000 jamaah per hari.

Sebelumnya, untuk menyambut tahap ketiga umroh ini, Kepala Presidensi Umum Masjidil Haram dan Urusan Masjid Nabawi Dr. Abdul-Rahman bin Abdulaziz al-Sudais, menyerukan peningkatan jumlah jalur tawaf di sekitar Ka'bah.

Penambahan ini diperlukan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah jamaah umroh. Tak hanya itu, pihaknya juga mengalokasikan jalur khusus bagi jamaah lansia, penyandang disabilitas, serta mereka yang menggunakan kursi roda.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini