Kamis 19 Nov 2020 15:19 WIB

Sebelum Adanya Masjid dan Perubahan Sikap Pemerintah Yunani

Muslim Yunani menggunakan ruang sholat informal di ruang bawah tanah dan toko bekas

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani
Masjid pertama di Athena, ibu kota Yunani, dibuka mulai Jumat (6/11/2020).
Foto: AP
Masjid pertama di Athena, ibu kota Yunani, dibuka mulai Jumat (6/11/2020).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Puluhan ribu migran Muslim tinggal di wilayah Athena. Mereka telah menggunakan ruang sholat informal di ruang bawah tanah dan toko bekas. Sekitar 70 tempat beroperasi sebagai tempat doa tidak resmi. Meskipun sepuluh dari tempat tersebut telah mendapatkan izin untuk terus beroperasi, sisanya harus mendapatkan izin atau ditutup.

Di antara yang sekarang diizinkan adalah Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Yunani-Arab yang dibuka pada 2007. Meskipun ada batasan, beberapa Muslim melihat pembukaan masjid sebagai perubahan sikap pemerintah Yunani.

Seorang Pemilik Restoran dari Pakistan, Muhammad Shabir Dhama (60 tahun) berseri-seri ketika diwawancarai di halaman masjid pada hari lockdown diumumkan. Dia tak bisa berkata-kata, sambil mengenakan masker.

“Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Yunani dan semua orang yang membantu mewujudkannya,” ujar Dhama.

Kendati Dhama merasa puas, ada pula mereka yang tidak puas termasuk Ketua Asosiasi Muslim Yunani, Naim Elghandour. Elghandour menyebut masjid yang dibuka seperti gudang atau kios yang besar. Dia juga mepermasalahkan tulisan di gedung “Kementerian Pendidikan dan Agama.”

“Mereka mengatakan, 'Muslim, kamu tidak setara,' menunjukkan kepada mereka bahwa itu dikendalikan oleh negara,” kata dia

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement