Ahad 22 Nov 2020 21:46 WIB

Warga Petamburan tak Antusias dengan Rapid Test Polda Metro

Seribu alat tes cepat disiapkan untuk memeriksa seluruh warga Kelurahan Petamburan.

Kapolres Jakpus Kombes Heru Novianto memberikan bantuan sembako kepada warga yang telah mengikuti kegiatan rapid test. Polda Metro Jaya menggelar kegiatan rapid test massal di SDN 01 Petemburan, Jalan Petamburan IV, Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dekat markas FPI, pada Ahad (22/11) sore.
Foto: Istimewa
Kapolres Jakpus Kombes Heru Novianto memberikan bantuan sembako kepada warga yang telah mengikuti kegiatan rapid test. Polda Metro Jaya menggelar kegiatan rapid test massal di SDN 01 Petemburan, Jalan Petamburan IV, Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dekat markas FPI, pada Ahad (22/11) sore.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Fadil Imran menyebutkan adanya klaster Covid-19 di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, setelah terjadi keramaian di acara pernikahan anak tokoh Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

"Telah terjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Jakarta, yakni klaster akad nikah di Petamburan dan klaster Tebet," ujar Fadil di Jakarta, Ahad (22/11).

Fadil juga menyebutkan adanya klaster penyebaran Covid-19 juga terjadi di Bandara Soekarno Hatta dan juga klaster Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat. "Kami akan pastikan masyarakat yang terkonfirmasi positif bisa dilakukan 'tracing' kontak erat untuk memutus penyebaran dan memastikan mereka dapat perawatan memadai," kata dia.

Tes cepat Covid-19 oleh TNI-Polri dilaksanakan di SDN Petamburan I Gang IV, hanya 500 meter dari Petamburan III atau markas Front Pembela Islam (FPI).

Seribu alat tes cepat disiapkan untuk memeriksa seluruh warga Kelurahan Petamburan. Hasil tes cepat tersebut masih dalam pengolahan Satgas Covid-19.

Sementara itu, Kasdam Jaya Brigjen Saleh menjelaskan tes cepat Covid-19 tersebut guna mengetahui seberapa besar dampak dari acara itu. "Tindakan ini harus diambil sebagai dampak kerumunan," kata Saleh.

Aparat gabungan menjaga ketat di lokasi tes cepat dan menerapkan jaga jarak dalam pemeriksaan tersebut. Sejak dibuka pendaftaran pada pukul 16.00 WIB, baru ada lima orang menjalani tes cepat (rapid test). Padahal, ratusan warga tinggal di kawasan tersebut.

Warga tidak begitu antusias dengan kegiatan tes cepat yang dijalankan oleh aparat Polda Metro Jaya. "Banyak warga yang nggak mau," kata Ketua RT 09/04 Petamburan, Hambali.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement