11 Ramadhan 1442

Haji, Bulan Bertebarannya Rahmat

Senin , 23 Nov 2020, 17:58 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Haji, Bulan Bertebarannya Rahmat (ilustrasi).
Haji, Bulan Bertebarannya Rahmat (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Syekh Thariq As-Suwaidan dalam kitabnya Asrar al-Hajj wa al-Umra mengatakan, bahwa haji adalah anugrah dari Allah untuk umat Islam. Semua Nabi dan umatnya melaksanakan ibadah haji dan saat turun wahyu tentang larang haji bagi orang kafir, maka hanya umat Islam lah yang boleh melaksanakan ibadah haji. 

"Allah memiliki banyak anugerah dalam rahmat yang dicurahkan-Nya dan Dia akan melimpahkan kepada siapa saja dari hambanya yang Dia kehendaki," kata Syekh Thariq As-Suwaidan. 

Dalam hadis Nabi disebutkan. "Mintalah kepada Allah agar Dia selalu menutupi aurat kalian dan menjaga kalian dari segala kekhawatiran.(HR.Thabrani). Kejarlah selalu anugerah itu, jika salah seorang dari kalian berhasil mendapatkannya, maka dia tidak akan merasakan kesengsaraan selamanya. "Sesungguhnya bulan haji dan hari-harinya adalah musim bertebarannya rahmat Allah," katanya.

Tidaklah seorang yang dengan ketulusan niatnya berangkat ke Makkah untuk mengerjakan ibadah haji, kecuali dia sedang dalam perjalanan menggapai rahmat, ampunan dan keridhaan dari Allah sebagai wujud pemenuhan atas titahnya sebagaimana yang termaktub dalam firman-Nya Al-Baqrah ayat 196 yang artinya. "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah," katanya.

Tanah haram adalah tempat yang paling baik untuk berdoa, sedangkan doa adalah inti ibadah dan sebaik-baik doa adalah doa-doa yang tercantum di dalam Alquran. Pertama doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah, kedua doa-doa yang diajarkan oleh para hamba Allah yang saleh. 

Ketiga doa yang terbetik di dalam hati dengan penuh keikhlasan kepada Allah, penuh harap atas rahmat-Nya dan merasa takut jika di musim haji yang penuh kebaikan ini dia justru terhalang dari mendapatkan sekian banyak Rahmat yang bertebaran.

Ibnu Rajab Al Hanbali mengatakan, "Orang yang bahagia adalah dia yang pandai memanfaatkan setiap detik yang ada di musim, bulan, hari saat haji. Dalam rangkaian waktu itu, dia sebaik mungkin mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan banyak ritual ketaatan. Semua itu dia lakukan, dengan harapan agar dia bisa meraih segenap anugerah yang ditebarkan Allah pada masa-masa tersebut. Sehingga dia pun akan bahagia karenanya, dan terselamatkan dari jilatan api neraka serta kepedihan siksanya."

Hasan Al Bashri pernah menulis surat kepada segenap penduduk Makkah yang isinya antara lain pengakuan kependudukan. Berikut kutipan lengkapnya.

"Selama para jamaah haji masih berada di Mekkah, maka mereka dianggap sebagai bagian dari penduduk Mekkah baik mereka penduduk pribumi atau para pendatang, sebab Allah telah menjadikan tanah haram sebagai kawasan aman dan damai bagi mereka serta ketenangan yang bisa dirasakan oleh semua orang yang mukimin atau pendatang. Itulah rumah Allah yang menjadikan semua rumah berdiri sejajar setara, tanpa ada perbedaan di dalamnya."

 

widget->kurs();?>