Kenangan Termasyhur Dakwah Nabi di Makkah

Senin , 23 Nov 2020, 19:23 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Kenangan Termasyhur Dakwah Nabi di Makkah (ilustrasi).
Kenangan Termasyhur Dakwah Nabi di Makkah (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Makkah sebagai negara pusat ibadah haji dan umroh. Di negeri inilah terdapat banyak kenangan historis yang terukir sejak zaman Nabi Adam hingga masa Nabi mulia Nabi Muhammad SAW.

 

Terkait

"Di negeri ini pula tersimpan kenanangan tentang Nabi Ibrahim dan putranya Ismail," tulis Syekh Thariq As-Suwaidan dalam kitabnya Asrar al-Hajj wa al-Umrah.

Thariq menuliskan bahwa di Makkah juga terdapat banyak kenangan yang membawa seorang Muslim berinteraksi langsung dengan masa kecil, remaja, masa muda, dan masa pengangkatan Nabi Muhammad serta dakwah yang beliau jalankan penuh suka duka. "Di sana juga di atas sebuah bukit, terdapa gua Hira yang menjadi saksi turunnya wahyu pertama," katanya.

Peristiwa itu juga sebagai permulaan penyebaran cahaya Islam ke saentero dunia. Nabi Muhammad membawa petunjuk bagi segenap penghuhi bumi dan menjadi awal perkembangan agama Islam.

Di tanah suci Makkah tersimpan kenangan tentang orang-orang hebat di masa permulaan Islam. Seperti Abu Bakar yang merupakan representatif golongan laki-laki dewasa, sedangkan dari golongan sahaya diwakili oleh Zaid bin Haritsh, dari golongan anak-anak diwakili oleh Ali bin Abu Thalib. "Dari kalangan wanita Khadijah dan beribu kenangan tentang para sahabat lain yang hidup di tanah Makah, seperti bilal dan keluarga Yasir," katanya.

Kenangan lain yang tidak bisa dilupakan adalah di Makkah ketika itu adalah keberanian Abdullah Bin Masud tatkala dia dengan tegarnya memperdengarkan surat Ar-Rahman di hadapan para pemuka Quraisy. Di Kota Makkah inilah terjadi pergulatan pertama antara yang hak dan yang batil. 

Bukankah di antara pihak yang batil itu terdapat banyak berhala yang menjadi tuhanya kaum kafir Quraisy. Tapi mengapa akhirnya roboh begitu saja dengan Latta dan Manna yang terguncang dahsyat. "Dan semuanya tak mampu berbuat apa-apa, kalah telak di hadapan kebenaran," katanya.

Itulah bukti keagungan Allah Subhanahu Wa Taala dalam surat Al Isra ayat 81 yang artinya. "Dan katakanlah yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap."

Sesungguhnya setelah hari itu, tidak ada lagi berhala Hubal atau Manna yang mampu berdiri tegak mendongakkan kepalanya. Sejak hari itu pula, setan merasa putus asa untuk bisa kembali disembah di tanah suci Makah, sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim.

Dari negeri Makkah pula, terdapat album kenangan seluruh kaum Muslimin yang datang dari berbagai penjuru duni. Betapa banyak kaum Muslimin yang berangan-angan kapankah mereka bisa menapakkan kakinya di tanah suci Makkah tersebut dalam rangka perjalanan haji yang penuh berkah dan keagungan.