Mobil Tabrak Gerbang Kantor Kanselir Jerman Angela Merkel

Rabu , 25 Nov 2020, 05:10 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Swedia Stefan Loefven memberikan konferensi pers bersama usai pertemuan mereka di Berlin, Jerman, 03 September 2020.
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Swedia Stefan Loefven memberikan konferensi pers bersama usai pertemuan mereka di Berlin, Jerman, 03 September 2020.

IHRAM.CO.ID, BERLIN -- Sebuah mobil menabrak gerbang luar kantor Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin pada Rabu (25/10). Atas kejadian itu sejumlah unit polisi segera meluncur ke lokasi kejadian. Mereka kemudian memblokir area di gedung Kanselir.

 

Terkait

Seperi di lansir Anadolu Agency, identitas dan motif pengemudi belum diketahui. Namun, media lokal melaporkan bahwa serangan itu kemungkinan bermotif politik. Hal ini karena pengemudi menulis "Hentikan Politik Globalisasi". Kalimat tersebut tertempel pada di sisi kanan mobil.

Pada saat kejadian, Merkel dan para menteri kabinetnya dijadwalkan bertemu di kantor kanselir untuk rapat kabinet mingguan.

Seperti diketahui, suasana Eropa memanas terutama terkait 'bara persaingan' antara Turki dan Yunani. Namun para pemimpin Eropa akan membahas masa depan hubungan Uni Eropa (UE) - Turki pada KTT bulan Desember. Hal ini pun telah dikatakan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Berbicara pada konferensi pers setelah konferensi video dengan para pemimpin UE tersebut, Merkel mengatakan pertemuan itu sebagian besar difokuskan pada pembahasan pandemi virus korona dan anggaran UE.

Terkait ketegangan baru-baru ini antara Turki dan anggota UE Yunani dan Siprus Yunani, Merkel mengatakan mereka ingin melihat perkembangan dalam beberapa minggu ke depan sebelum membahas potensi sanksi.

"Kami sebelumnya sepakat untuk membahas masalah Turki pada KTT kami berikutnya pada 10 Desember," kata Merkel.

“Tentu kita harus mengamati perkembangan sementara ini dan mengambil keputusan setelahnya. Tak ada pihak yang dapat mengatakan apa-apa tentang hal pada saat ini."

Kanselir Jerman mengatakan bahwa perkembangan terbaru tidak seperti apa yang mereka ingin lihat di wilayah tersebut.

Yunani dan Siprus Yunani mendorong sanksi terhadap Turki atas sengketa maritim di Mediterania Timur, tetapi mayoritas anggota UE sejauh ini enggan untuk mengambil tindakan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini