Kamis 26 Nov 2020 12:31 WIB

Klaster Pesantren di Indramayu Bertambah Delapan Orang

Kasus Covid-19 dari klaster pesantren di Indramayu bertambah delapan orang

Rep: Lilis sri handayani/ Red: Esthi Maharani
Ilustrasi Al-Quran dan Berdzikir COVID-19
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi Al-Quran dan Berdzikir COVID-19

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster pesantren di Kabupaten Indramayu, kembali bertambah. RSUD MIS Krangkeng pun kini telah digunakan sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

‘’Ada penambahan delapan orang dari Kecamatan Bongas. Semuanya merupakan pelajar/santri dari klaster pondok pesantren,’’ ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Kamis (26/11).

Klaster pesantren di Kecamatan Bongas itu terdeteksi saat ditemukannya 20 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di pesantren tersebut. Mereka terdiri dari 18 orang santri/pelajar, dan sisanya berstatus ibu rumah tangga dan wiraswasta.

Sebelumnya, seorang tokoh agama dari pesantren tersebut juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Tokoh agama itu telah meninggal dunia.

Deden mengatakan, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di pesantren itu telah dihentikan sementara. Upaya penyemprotan desinfektan dan peningkatan penerapan protokol kesehatan (prokes) di pesantren itu juga telah dikoordinasikan dengan satgas kecamatan setempat.

Selain penambahan dari klaster pesantren, terdapat penambahan 18 kasus Covid-19 lainnya di Kabupaten Indramayu. Dengan demikian, pada hari ini terdapat penambahan 26 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Deden menjelaskan, penambahan pasien tersebut merupakan ibu rumah tangga sembilan orang, wiraswasta lima orang, ASN dua orang, dan tenaga kesehatan dua orang.

‘’Untuk dua ASN itu masing-masing berasal dari BKPSDM dan Dinas Pendidikan,’’ tutur Deden.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement