4 Jumadil Akhir 1442

Pahala Ibadah Haji dengan Berjalan Kaki

Jumat , 27 Nov 2020, 07:23 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Jamaah haji Indonesia di tanah suci tempo dulu.
Jamaah haji Indonesia di tanah suci tempo dulu.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- iadah haji dengan berjalan kaki begitu besar pahalanya dan Rasulullah SAW menganjurkan pergi haji dengan berjalan kaki. Para sahabat telah sering mengamalkan perintah Rasulullah SAW jalan kaki pergi ke Baitullah.

Syekh Maulana Muhammad Zakarriya Al-Kandhalawi Rah.a, mengatakan, adapun berjalan kaki ketika dalam perjalanan ini merupakan perbuatan terpuji dan disukai. 

"Oleh karena itu sedapat mungkin seseorang hendaknya udah jalan kaki," katanya.

Sehingga berdasarkan surah Al-Hajj ayat 27-28 yang dituliskan pada penggunaan kitab ini, dimana dalam lafaz rizalan yakni orang yang berjalan kaki lebih dulu disebutkan, kemudian orang yang naik kendaraan. Sebagian ulama mengatakan bahwa menunaikan haji dengan berjalan kaki lebih utama dari menunaikannya dengan naik kendaraan.

Bahkan sebagian ulama seperti disampaikan Syekh Ibnu Hajar al-Haitsami dalam kitabnya Al-‘Umdah Fi Syarh al-Burdah, mengatakan bahwa orang yang biasa bekerja dengan berjalan kaki, maka adanya biaya tranportasi tidak termasuk dalam syarat wajib haji ke atasnya," katanya.

"Jika badannya sehat dan jalannya aman ke mama kamu naik haji diwajibkan kepadanya." 

Di dalam hadis banyak didapati sabda-sabda Nabi SAW mengenai keutamaan menaunaikan haji dengan berjalan kaki. di antaranya sebagai berikut.

"Ibnu Abbas radhiallahu anhuma meriwayatkan secara marfu bahwa barangsiapa yang pergi berhaji ke Mekah dengan berjalan kaki hingga ia kembali, maka setiap langkah dituliskan baginya satu kebaikan dari kebaikan tanah haram. Seseorang bertanya, "Apa itu kebaikan dan kebaikan tanah haram?" Rasulullah SAW menjawab satu kebaikan menyamai 100000 kebaikan." (HR Hakim).

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya menerangkan hadis di atas.

"Berdasarkan perhitungan ini, tujuh ratus kebaikan menyemai tujuh puluh juta kebaikan. Ini adalah pahala dari setiap langkah. Dengan demikian, bisakah pahala seluruh perjalanan haji dihitung?

Syekh Muhammad bin Muhammad al-Husaini Azabidy dalam kitabnya Ittihafus Sadah Al-Muttaqin Syarah Ihya’ Ulumiddin, mengutip dalam sebuah hadits  bahwa Ibnu Abbas, ketika hendak meninggal dunia berwasiat kepada putra-putrinya supaya pergi berhaji dengan berjalan kaki. Kemudian ia menerangkan hadis di atas.

Dalam beberapa riwayat dinukilkan dari Rasulullah SAW. bahwa pahala satu salat di Masjidil Haram menyamai seratus ribu shalat.  Hasan Bashri rah.a berkata, "Pahala satu puasa di tanah haram menyamai pahala puasa seratus ribu kali. Dan bersedekah satu dirham mendapat pahala bersedekah serarus ribu dirham. Begitu juga setiap kebaikan yang dikerjakan di tanah haram menyemai seratus ribu kebaikan di luar tanah haram. (Ithaaf).

Di sini kata Syekh Maulana terdapat satu perkara yang sangat penting untuk diperhatikan, yaitu sebagaimana pahala satu kebaikan di tanah haram sama dengan seratus ribu kebaikan, begitu juga adzab terhadap dosa yang dilakukan di sana juga sangat banyak.

Oleh karena itu sebagian ulama menulis bahwa bermukim di tanah haram hukumnya makruh, karena seseorang pasti melakukan kesalahan dan dosa. Sedangkan melakukan dosa di sana sangat keras hukumannya. 

Ibnu Abbas berkata, "jika aku melakukan tujuh puluh dosa di Rukhyah (nama sebuah tempat di luar tanah haram), maka itu lebih baik daripada aku melakukan satu dosa di Makkah Mukarramah. 

 

 

 

widget->kurs();?>