4 Jumadil Akhir 1442

Bandung Zona Merah dan Bekasi Lewati 10.095 Kasus Covid-19

Selasa , 01 Dec 2020, 08:59 WIB Reporter :Muhammad Fauzi Ridwan/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Pekerja dengan mengenakan masker melayani pembeli di Warteg Beken, Pondok Gede, Bekasi.
Foto : Prayogi/Republika
Pekerja dengan mengenakan masker melayani pembeli di Warteg Beken, Pondok Gede, Bekasi.

IHRAM.CO.ID, BEKASI — Angka kumulatif kasus Covid-19 di Kota Bekasi melewati 10.095 kasus. Data Satgas Covid-19 Kota Bekasi pada Selasa (1/12) menunjukkan, jumlah pasien yang aktif saat ini ada 639 pasien.

Terkait lonjakan kasus ini, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengaku akan menambah kembali kapasitas fasilitas isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.

“Saya lagi berpikir ada penambahan di stadion, kan kita sudah siapkan sebenarnya, kemarin tertunda karena kita mendapatkan bantuan dari BNPB berkenaan dengan Green Hotel itu,” jelas Pepen, sapaan akrabnya, Senin (30/11).

Saat ini, jumlah kapasitas kasur di RSD Stadion ada 55 bed. Sedianya kapasitas akan ditambah menjadi 100 bed lebih jika jumlah kasus terus mengalami kenaikan.

“Mesti kita rencanakan dulu, kalau nanti kapasitasnya ini berapa ya kita sediakan, itu kan kapasitasnya 100 lebih,” ujar dia.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, angka Covid-19 yang tinggi disebabkan oleh adanya pelacakan yang masih terus dilakukan oleh pemkot. Dia nampak santai menanggapi angka kasus kumulatif maupun kasus harian yang melonjak signifikan.

Pepen mengatakan, tingkat kematian Covid-19 di wilayahnya dapat dikendalikan di angka 1,2 persen dengan tingkat kesembuhan mencapai 93 persen. “Itu yang membuat kita mampu mengendalikan dengan fasilitas yang ada,” ujarnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengngatkan bahwa kepatuhan akan protokol Covid-19 semakin diperlukan. Sebab, pandemu Covid-19 terus memburuk. Jumlah yang terpapar virus Corona semakin bertambah.

Berdasarkan data per 29 November, Jokowi menyebut kasus aktif secara nasional bahkan meningkat jumlahnya menjadi 13,41 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar 12,78 persen. Presiden pun meminta seluruh pihak agar berhati-hati terhadap lonjakan kasus Covid ini.

“Kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia. Tapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/11).

Selain memburuknya angka kasus aktif, Jokowi juga mengatakan tingkat kesembuhan semakin menurun. Pada pekan lalu, persentase kesembuhan pasien Covid secara nasional mencapai 84,03 persen. Namun pada pekan ini angka kesembuhan semakin menurun menjadi 83,44 persen.

Jokowi mengatakan, lonjakan jumlah kasus aktif pada pekan ini disebabkan karena munculnya kasus yang terjadi pada pekan-pekan sebelumnya. “Ini semuanya memburuk, semuanya. Karena adanya tadi kasus yang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin,” kata Jokowi.