Selasa 01 Dec 2020 13:58 WIB

Satgas Covid Surabaya Antisipasi Penurunan Disiplin Prokes

Satgas Covid-19 menilai ada indikasi penurunan disiplin prokes di Surabaya

Pengendara motor melintas di dekat dinding bermural di terowongan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/11/2020). Mural di dinding terowongan tersebut merupakan sarana imbauan kepada warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.
Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO
Pengendara motor melintas di dekat dinding bermural di terowongan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/11/2020). Mural di dinding terowongan tersebut merupakan sarana imbauan kepada warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, mengantisipasi dampak penurunan disiplin warga menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

"Bu Wali Kota meminta kami untuk mengantisipasi adanya gelombang kedua (penularan) COVID-19 karena ada indikasi penurunan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Wakil Sekretaris IV Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Selasa (1/12).

"Akhir-akhir ini warga sudah mulai bersosialisasi dan kumpul-kumpul. Ketika kumpul-kumpul itu pasti ada makan-makan yang kemudian melepas masker. Ketika melepas masker itu mereka kemudian keenakan ngobrol sehingga terkadang sampai lupa waktu. Nah, begini ini yang harus diantisipasi juga," tutur ia menambahkan.

Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, menurut dia, akan menggerakkan satuan tugas yang ada di lingkungan kerja, tempat ibadah, dan tempat usaha untuk menggiatkan lagi kampanye pencegahan penularan virus corona.

Ia juga mengingatkan para penyelenggara hajatan untuk menjalankan rekomendasi satuan tugas mengenai penerapan protokol pencegahan penularan COVID-19 dalam pelaksanaan acara.

"Bilamana tidak sesuai dengan rekomendasi satgas, maka akan ada konsekuensi hukum yang akan diberlakukan. Ini penting demi keselamatan bersama," katanya.

Mantan pemimpin Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya itu juga mendorong warga mengoptimalkanperan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyountuk mencegah terjadinya gelombang kedua penularan COVID-19.

"Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo diharapkan perannya lebih optimal, terutama terkait memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Jika ada yang positif di wilayahnya, diharapkan melakukan langkah-langkah seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, yaitu bloking dan karantina di skala RT dan RW," katanya.

Ia mengingatkan kembali warga Surabayaagar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Vaksin terbaik adalah perubahan perilaku dengan membiasakan yang tidak biasa, dengan cara itu, Insya Allah COVID-19 di Surabaya akan segera selesai," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement