18 Rajab 1442

Menkopolhukam Tegaskan MIT Gerakan Kejahatan

Selasa , 01 Dec 2020, 22:40 WIB Reporter :Arif Satrio Nugroho/ Redaktur : Muhammad Hafil
Menkopolhukam Tegaskan MIT Gerakan Kejahatan. Foto: Sejumlah anak-anak bermain di sekitar perkampungan mereka di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Ahad (29/11/2020). Warga berharap aparat keamanan untuk dapat segera menangkap para pelaku penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora yang terjadi pada Jumat (27/11/2020) lalu yang menewaskan empat orang warga desa setempat.
Menkopolhukam Tegaskan MIT Gerakan Kejahatan. Foto: Sejumlah anak-anak bermain di sekitar perkampungan mereka di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Ahad (29/11/2020). Warga berharap aparat keamanan untuk dapat segera menangkap para pelaku penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora yang terjadi pada Jumat (27/11/2020) lalu yang menewaskan empat orang warga desa setempat.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Sigi, Sulawesi Tengah tak pantas disebut kelompok keagamaan. 

"Dalam hal ini Kelompok Ali Kalora dari MIT Itu bukan gerakan keagamaan tapi gerakan kejahatan," kata Mahfud, Senin (30/11).

Mahfud mengatakan, peristiwa ini bukan perang suku apalagi perang agama. Peristiwa ini, kata dia, dilakukan oleh kelompok kejahatan yang bernama MIT pimpinan Ali Kalora yang tidak bisa disebut mewakili agama tertentu.

"Ini sebenernya adalah upaya pihak tertentu untuk meneror dan menciptakan suasana yang tidak kondusif dgn tujuan menciptakan kekacauan yang bisa mengoyak persatuan dan memecah belah bangsa," ujar Mahfud.

Baca Juga

Mahfud berharap agar tokoh agama turut menyebarluaskan pesan-pesan damai kepada masyarakat. Ia mengatakan, sejatinya agama apapun hadir di dunia ini untuk membangun perdamaian dan persaudaran.

Terhadap sebuah keluarga di Sigi, Sulteng yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, Mahfud menyatakan bahwa pemerintah menyampaikan duka. Ia mengklaim pemerintah telah bertemu dengan keluarga korban dan sudah melakukan langkah untuk pemulihan atau trauma healing.

Menurut Mahfud, Pemerintah telah memerintahkan aparat keamanan melalui satgas operasi Tinombala. Mereka difokuskan untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku agar secepatnya dilakukan proses hukum yang tegas terhadap para teroris.

 

widget->kurs();?>