4 Jumadil Akhir 1442

Penanganan Covid-19 oleh Arab Saudi Mendapat Perhatian Dunia

Rabu , 02 Dec 2020, 11:55 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Penanganan Covid-19 oleh Arab Saudi Mendapat Perhatian Dunia. Foto:  Umat ??Muslim yang melakukan sholat jarak sosial di Masjidil Haram untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pembatasan penyakit coronavirus (COVID-19) diberlakukan, setelah diizinkan oleh otoritas Saudi, di kota suci Mekkah, Arab Saudi 18 Oktober 2020
Penanganan Covid-19 oleh Arab Saudi Mendapat Perhatian Dunia. Foto: Umat ??Muslim yang melakukan sholat jarak sosial di Masjidil Haram untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pembatasan penyakit coronavirus (COVID-19) diberlakukan, setelah diizinkan oleh otoritas Saudi, di kota suci Mekkah, Arab Saudi 18 Oktober 2020

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Upaya Arab Saudi untuk mengekang penyebaran virus Covid-19 mendapatkan perhatian global. Para peneliti di seluruh Kerajaan menyoroti keberhasilan serangkaian tindakan yang diadopsi Kerajaan dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak wabah pandemi pada awal Maret, Kerajaan meluncurkan berbagai protokol kesehatan yang telah mengurangi jumlah infeksi, dari sekitar 5.000 orang pada pertengahan Juni menjadi hanya ratusan saat ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuji pendekatan yang dilakukan Kerajaan. Banyak kepala negara lantas mengutip Saudi sebagai contoh sukses penanganan Covid-19 yang diungkapkan  selama KTT para pemimpin G20 pada 22 November lalu.

Sebuah studi yang diterbitkan di Saudi Pharmaceutical Journal berjudul "Pentingnya tindakan pencegahan dini dalam menghindari penyebaran COVID-19: Arab Saudi sebagai contoh", menyoroti keefektifan upaya Kerajaan. Salah satu penulis, Khalidah Alenzi, mengatakan tujuan penelitian tersebut adalah mengukur kesiapan negara-negara di seluruh dunia dalam menghadapi pandemi.

Baca Juga

Penelitian yang ditulis bersama Dr. Thamir Alshammari dan Dr. Ali Altebainawi ini dalam beberapa waktu terakhir dipuji oleh Gubernur California, Gavin Newsom. Ia mengatakan berencana menggunakan hasil penelitian itu bersama dengan studi dari Prancis dan Jerman, sebagai model menjaga kesehatan yang lebih tangguh.

Pengawas Pusat Informasi dan Kewaspadaan Obat Regional Kementerian Kesehatan Saudi di Tabuk, Alenzi, mengatakan ketika gubernur California mempresentasikan Arab Saudi sebagai salah satu model terbaik tindakan pencegahan terhadap virus Covid-19, berdasarkan penelitian dari tim Saudi, itu hanya sebagian kecil dari kemampuan Saudi yang sangat baik dalam menangani pandemi.

Dia juga mengatakan tim peneliti telah menunjukkan tindakan pencegahan serta protokol kesehatan yang dilakukan Saudi telah membatasi jumlah kematian. Meski demikian, kritik tetap ditujukan pada tindakan awal yang diambil Kerajaan.

"Kami terkejut menemukan fakta bahwa kami memulai lebih awal dibandingkan dengan negara lain yang dilanda pandemi, terutama yang berbatasan dengan China seperti Korea Selatan, dan negara-negara di Asia Timur,” kata Alenzi dilansir di //Arab News//, Rabu (2/12).

Berdasarkan logika tersebut, ia menyebut pihaknya mendapat ide melakukan penelitian independen di Arab Saudi untuk mendeteksi kasus-kasus reaksi dini dan menghadirkannya sebagai model untuk diikuti. Pada awalnya, ia juga menyebut ingin menyajikan penelitian komparatif dengan negara lain seperti Italia dan Prancis. Namun, pihaknya menemukan jika analisis data akan ditandai dengan perbedaan yang sangat besar.

Selanjutnya, Alenzi mengatakan langkah awal Kerajaan menghadapi kritik dari beberapa ahli asing yang menyebut hal tersebut terlalu ketat. Kritikus kemudian "mundur" setelah terjadi lonjakan kasus dan penyebaran virus yang tidak terkendali di negara masing-masing.

"Jika bukan karena tindakan pencegahan ekstrim yang diusulkan oleh tim peneliti, kami tidak akan pernah bisa menghindari gelombang kedua dan ketiga dari pandemi," kata Alenzi.

Negara-negara seperti Spanyol, di mana terdapat lebih dari 1,6 juta kasus yang dikonfirmasi dan terus meningkat, telah menghadapi protes terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah mereka. Saat ini, negara tersebut menghadapi gelombang kedua karena kegagalan masyarakat mengikuti protokol yang ditetapkan.

Masyarakat yang tinggal di Kerajaan disebut bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga sehingga mampu mempertahankan kendali dan berhasil mengendalikan penyebaran pandemi. Total kasus terkonfirmasi Arab Saudi berada di 357.000, dengan kurang dari 5.000 kasus aktif, Selasa (1/12).

"Pandemi ini telah membuktikan kader Kerajaan sangat cakap dan terampil dibandingkan dengan negara-negara Eropa. Ini juga menjadi contoh dengan kemampuannya menyediakan obat-obatan pencegahan dan pengobatan untuk melawan pandemi,” lanjutnya. 

 

widget->kurs();?>