15 Jumadil Akhir 1442

Amphuri Sumbagut: Prioritaskan Jamaah Umroh Dapat Vaksin

Kamis , 03 Dec 2020, 05:32 WIB Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Amphuri Sumbagut: Prioritaskan Jamaah Umroh Dapat Vaksin (ilustrasi).
Amphuri Sumbagut: Prioritaskan Jamaah Umroh Dapat Vaksin (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,MEDAN -- Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sumatra bagian Utara (Sumbagut) meminta pemerintah agar memprioritaskan calon jamaah umroh, terutama lanjut usia (lansia) mendapat vaksin virus corona jenis baru (Covid-19).

"Kami berharap vaksin Sinovac dari China atau Amerika Serikat, mudah-mudahan itu yang terbaik. Kalau bisa diprioritaskan bagi jamaah haji dan umroh," terang Ketua Amphuri Sumbagut, Mitha Tanjung di Medan, Rabu (2/11).

Ia mengatakan, bila vaksin diberikan khususnya kepada calon jamaah umroh yang telah tertunda keberangkatan selama sembilan bulan terakhir, maka pemerintah memberi harapan besar bagi jamaah untuk menunaikan ibadah secara khusyuk di Tanah Suci.

Mayoritas perusahaan travel umroh di Tanah Air, lanjut dia, dewasa ini sedang menunggu vaksin corona dengan memperhitungkan produksinya, jumlah yang tiba, pendistribusian, dan mekanisme mendapatkan vaksin tersebut.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia sudah meneken kesepakatan pengadaan 143 juta dosis konsentrat vaksin dengan perusahaan farmasi asal China, yaitu Sinovac, Sinopharm, dan CanSino masing-masing 65 juta dan 15 juta hingga 20 juta konsentrat vaksin. Vaksin tersebut rencananya akan diproduksi oleh BUMN PT Bio Farma.

Uji klinis tahap ketiga vaksin Covid-19 Sinovac sedang dilakukan oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran sejak Agustus 2020 dan sudah ada 1.620 orang relawan mendapatkan suntikan pertama dan belum ditemukan efek samping.

"Kalau kita menunggu antrean, bukan sedikit. Ada jutaan orang yang mau diberangkatkan ini. Kalau dapat prioritaskan, beban kita jauh berkurang," ucap Mitha.

Presiden Joko Widodo bulan lalu menegaskan, hanya vaksin Covid-19 yang masuk dalam daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan diberikan pemerintah kepada masyarakat. "Semua vaksin yang kita pakai harus masuk ke 'list' WHO, ini wajib, harus masuk ke 'list-nya' WHO," kata Presiden Jokowi.

 

widget->kurs();?>