Sabtu 05 Dec 2020 07:57 WIB

Temui Ridwan Kamil, Moeldoko Serap Aspirasi Tangani Covid-19

Pada dasarnya penanganan Covid-19 di Jawa Barat, berjalan dengan baik

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat kunjungan kerja di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Jumat (4/12). Dalam kunjungan kerjanya di Kota Bandung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendengar sekaligus membahas penanganan pandemi Covid-19 khususnya di Jawa Barat dengan sejumlah tokoh. Foto: Abdan Syakura/Republika
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat kunjungan kerja di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Jumat (4/12). Dalam kunjungan kerjanya di Kota Bandung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendengar sekaligus membahas penanganan pandemi Covid-19 khususnya di Jawa Barat dengan sejumlah tokoh. Foto: Abdan Syakura/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko serap aspirasi di Provinsi Jawa Barat melalui safari yang dilaksanakan sejak Kamis kemarin hingga Jumat (4/12). Menurutnya, terakhir dia melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengonfirmasi aspirasi dan permasalahan yang ia serap selama berada di Bandung. 

Moeldoko mengatakan, dari kemarin ke Jabar,  banyak hal yang didapatkan. Sore hari, ia mendengarkan berbagai masukan media."Dan hari ini saya konfirmasi pada gubernur. Tadi pagi kita mendengarkan dari Apindo, Alhamdulillah saya konfirmasi ke gubernur soal textile meski Covid masih tinggi ekspornya. Kemudian ke Aa Gym, dan sekwrang  konsultasi sama gubernur," ujar Moeldoko.

Menurutnya, pada dasarnya penanganan Covid-19 di Jawa Barat, berjalan dengan baik antisipasi Gubernur sudah cukup memadai dan dari operasinya juga berjalan dengan baik efektif. Namun demikian masih menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan jadi kenyataan nya ada kenaikan. "Untuk itu kita masih dituntut bekerja lebih dan tidak boleh menyerah," katanya.

"Beberapa isu telah kita bicarakan tadi Alhamdulillah semuanya telah persiapkan yang baik, juga demikian diskusi dengan gubernur dan kira-kira bagaimana implementasikan kalau vaksin nanti datang," imbuhnya.

Moeldoko menjelaskan, beberapa catatan ia dapatkan dari Ridwan Kamil. Yakni, lama vaksin yang kurang lebih 45 menit, setelah disuntik harus menunggu 30 menit. Berikutnya kondisi Puskesmas yang masing-masing memiliki kapasitas yang berbeda dan berbagai hal yang membatasi. 

"Maka ini akan dikalkulasi dengan baik kedepannya sehingga nanti kalau vaksin datang. Apakah pertanyaannya harus di Puskesmas atau mencari gedung yang memadai," katanya

Sehingga, kata dia, tidak terjadi penumpukan massa karena menunggu yang 30 menit atau ada cara baru yang 30 menit tadi masyarakat bisa kembali dulu ke rumahnya. "Kemudian kalau terjadi sesuatu melapor," katanya.

Menurut Moeldoko, hal-hal tersebut jadi catatan ke depan. Bahkan, ia juga berkonsultasi dengan Aa Gym perlunya tokoh agama, tokoh masyarakat untuk melibatkan diri dalam sosialisasi. "Bahkan juga nanti bisa menjadi model pada saat vaksin datang sehingga ini memberikan keyakinan kepada masyarakat tentang vaksin," katanya.

Sementara menurut Ridwan Kamil, kunjungan Moeldoko jadi rezeki bagi Jabar yang menyerap aspirasi dari para pengusaha. Kemudian, para ulama dan terakhir bersama pemerintahan. 

Ridwan Kamil mengatakan ada beberapa hasil pertemuan dengan Moeldoko di Pakuan. Yang pertama adalah kesiapan dan kondusifitas pemerintah pusat daerah yang harus diupayakan. Memang masih ada isu-isu seperti kemarin Jawa Barat kasus 1.600. Tapi, 1000 kasusnya adalah kasus lama yang baru diumumkan kemarin jadi bukan ledakan di 1 hari. 

"Hal-hal itu masih mengemuka dan terus minta kita sempurnakan pada pemerintah pusat," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Kedua, Emil melaporkan simulasi vaksin, bahwa jumlah Puskesmas yang ada tidak akan memadai. Kemudian 1 orang 45 menit juga akan membuat antrian terlalu besar sehingga mohon dibuat sebuah peraturan yang lebih realistis. "Usulan Jawa Barat adalah menggunakan gedung-gedung besar gedung pertemuan gedung olahraga yang non Puskesmas. Mudah-mudahan itu bisa dipahami dan disetujui," katanya.

Kemudian, kata dia, persiapan vaksin Biofarma yang tentunya nanti ada statement dari pemerintah pusat bahwa prosedur standar WHO telah dilalui. Kehalalan juga sudah dikonfirmasi dan approval dari BPOM juga akan menjadi final dari keputusan itu. 

"Jika tiga hal tadi sudah Moeldoko tadi menyampaikan para tokoh masyarakat Ulama di beliau ketemu Aa Gym itu bisa menguatkan keyakinan kepada masyarakat. Jika tokoh-tokoh utamanya mengikuti vaksinasi, " paparnya.

Terakhir, Emil melaporkan kesiapan Pilkada yang akan berlangsung di minggu depan. Semua protokol prosedur mengurangi antrian, mengurangi durasi orang datang di satu tempat itu sudah disiapkan termasuk inovasi e-rekap suara tanpa berlama-lama juga akan diinformasikan oleh KPU Jawa Barat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement