Kemenag Ingin Perkuat Ekosistem Pembinaan Umat

Jumat , 11 Dec 2020, 06:53 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Muhammad Hafil
Kemenag Ingin Perkuat Ekosistem Pembinaan Umat. Foto ilustrasi: Logo Kemenag
Kemenag Ingin Perkuat Ekosistem Pembinaan Umat. Foto ilustrasi: Logo Kemenag

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam ingin memperkuat ekosistem pembinaan umat. Untuk itu, Ditjen Bimas Islam mendengarkan masukan dan aspirasi ormas-ormas Islam melalui forum Dialog Ormas Islam Tingkat Pusat yang digelar di Jakarta pada 8-9 Desember 2020.

 

Terkait

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar menyampaikan, Kemenag memandang keberadaan ormas-ormas sebagai mitra strategis dalam mendukung keberhasilan program bimbingan, layanan dan pemberdayaan umat Islam. Kemenag memperkuat dan memperluas ekosistem kemitraan Ditjen Bimas Islam dengan ormas Islam, lembaga dakwah serta berbagai institusi keumatan.

Baca Juga

Menurutnya, institusi keumatan lahir dari prakarsa masyarakat dan memiliki peran serta kontribusi di tempatnya masing-masing dalam membangun umat, bangsa dan negara. Kemenag juga bermitra dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas-ormas Islam yang banyak jumlahnya, lembaga dakwah, majelis taklim, mesjid dan yang lainnya. Ini semua sebuah ekosistem pembinaan umat yang perlu terus dirawat dan diperkuat.

"Intinya bagaimana kita memperkuat ekosistem pembinaan umat, sehingga antara tugas yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kemenag dan tugas yang dilakukan ormas-ormas Islam itu berada dalam satu tataran permukaan yang sama," kata Fuad, Kamis (10/12).

Ia mengatakan, Kemenag punya kepentingan besar untuk mendengarkan masukan dan aspirasi dari ormas-ormas Islam. Untuk menyamakan frekuensi pemikiran dengan ormas-ormas Islam. Supaya tahu apa langkah-langkah yang perlu Kemenag lakukan bersama ormas-ormas Islam dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat Indonesia yang sesuai dengan tantangan kekinian dalam berbagai bidang.

Ia menjelaskan, Kemenag hadir dengan program-programnya yang sejalan dengan program yang tumbuh di masyarakat. Program yang dihadirkan pemerintah harus bertemu dalam garis permukaan yang sama.

"Sehingga bisa menyelesaikan berbagai tantangan yang kita hadapi dan memberikan efek positif bagi kesejahteraan, bagi kemajuan, kesatuan dan persatuan kita dalam konteks keumatan maupun dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan," ujarnya.

Fuad menerangkan, secara umum aspirasi ormas-ormas Islam dalam forum dialog mendorong peningkatan kemitraan dan kerjasama dengan Kemenag dalam berbagai aspek. Selama ini kemitraan dan kerjasama sudah dilakukan bersama-sama. Kemenag memfasilitasi ormas-ormas Islam untuk melakukan tugas serta fungsinya di tengah masyarakat.

Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, Juraidi menyampaikan, dalam forum dialog ormas Islam tingkat pusat disepakati Kemenag bersama ormas Islam mendukung moderasi beragama dan Islam wasathiyah. Sebanyak 48 perwakilan ormas menghadiri forum dialog yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam.

"Kita sepakat untuk mendukung program strategis Kemeneg terkait moderasi beragama, itu yang paling inti," kata Juraidi kepada Republika, Kamis (10/12).

Ia mengatakan, Kemenag dan ormas-ormas Islam sepakat mendukung dan melakukan serta mensosialisasikan program strategis tentang moderasi beragama. Intinya dalam forum dialog tersebut sepakat mensosialisasikan moderasi beragama dan Islam wasathiyah kepada umat.

Ia menambahkan, moderasi beragama ini masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Kemenag menyampaikan dialog yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam ini diikuti sekitar 48 perwakilan ormas Islam. Di antaranya MUI, PBNU, Muhammadiyah, LPOI, PP ISNU, Syarikat Islam Indonesia, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Persis, Mathla’ul Anwar, Al-Wasliyah, Al-Ittihadiyah, Perti, Ikadi, Az-Zikra, DPP PITI, PUI, Nahdlatul Wathan, PP IPNU, Pemuda Muslimin Indonesia, FKMB, IKA-PMII, PB HMI, dan PB PII.

Selanjutnya PMII, DPP Gema Mathlaul Anwar, DUTI, GUPPI, GPII, JATMAN, LDNU, BKPRMI, HIMMAH, DPP Jatmi, IPQAH, DDII, IPIM, Fatayat NU Jakarta, PERWATI, PP Wanita Islam, JQH NU, DPP IMM, ICMI, PP MPII, Pemuda Aswaja Mandiri Jakarta, dan Nasarudin Umar Office.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini