Jumat 11 Dec 2020 12:41 WIB

Turki Tunjuk Duta Besar Baru untuk Israel

Turki dilaporkan menunjuk Ufuk Ulutas sebagai duta besar untuk Israel yang baru.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Bendera Turki dan Israel.
Bendera Turki dan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki menunjuk duta besar untuk Israel yang baru setelah dua tahun tak diisi. Media Timur Tengah yang bermarkas di Washington, Amerika Serikat (AS),  Al-Monitor melaporkan duta besar yang baru bukan seorang diplomat karir.

Pada Jumat (11/12) Middle East Monitor melaporkan Turki menunjuk Ufuk Ulutas sebagai Duta Besar untuk Israel yang baru. Ia adalah ketua Pusat Penelitian Strategis di Kementerian Luar Negeri Turki.

Baca Juga

Ulutas merupakan alumni politik Timur Tengah dan Hebrew di Hebrew University di Yerusalem. Sumber yang mengenalnya menyebut Ulutas seseorang yang 'sangat pintar, sangat halus dan sangat pro-Palestina'.

Laki-laki berusia 40 tahun itu juga bekerja sebagai direktur lembaga think tank Turki, Foundation for Political, Economic and Social Research (SETA).

Ankara memiliki hubungan diplomatik dengan Tel Aviv. Namun hubungan mereka merenggang selama bertahun-tahun setelah Israel menyerang kapal penumpang Turki, Mavi Marmara di perairan internasional tahun 2010 lalu. Sembilan warga Turki di dalam kapal tersebut tewas di dalam kapal dan satu orang tewas dalam perawatan.

Kapal itu berlayar menuju Jalur Gaza sebagai bagian kampanye untuk memprotes pengepungan Israel terhadap pemukiman Palestina. Sejak penyerangan itu Ankara menarik duta besarnya dari Tel Aviv.

Middle East Monitor melaporkan keputusan Ankara menunjuk duta besar baru bagian dari langkah memperbaiki hubungan dengan AS ketika Presiden terpilih AS Joe Biden mulai menjabat pada bulan Januari mendatang.

Pada pekan lalu tiga orang sumber yang tidak bersedia namanya disebutkan mengatakan Kepala Intelijen Turki Hakan Fidan terlibat dalam pembicaraan rahasia dengan Israel. Salah satu sumber mencatat tujuan Turki memperbaiki hubungan dengan AS karena khawatir Biden akan mempertegas sanksi pada Ankara sebagai balasan pembelian sistem pertahanan S-400 dari Rusia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement