4 Situs Kuwait Dinominasikan Masuk Daftar Warisan Islam

Senin , 14 Dec 2020, 17:11 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Ani Nursalikah
Reruntuhan Istana Sheikh Abdullah Al-Jabir di Kuwait.
Reruntuhan Istana Sheikh Abdullah Al-Jabir di Kuwait.

IHRAM.CO.ID, RABAT -- Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Dunia Islam (ICESCO) telah mengumumkan, bahwa empat situs Kuwait telah tertulis dalam daftar tentatif situs warisan Islam.

 

Terkait

Komite Warisan ICESCO pada Jumat (11/12), telah menyetujui 66 nominasi situs budaya yang masuk warisan dunia Islam. Dari 66 nominasi tersebut, 22 situs dari 12 negara masuk ke daftar akhir dari daftar situs warisan Islam, dan 44 situs dari enam negara, termasuk empat situs Kuwait, masuk ke dalam daftar tentatif situs warisan Islam.

Baca Juga

Empat situs Kuwait yang dinominasikan adalah Kuwait Towers, Istana Sheikh Abdullah Al-Jaber, dan Pulau Boubyan dan Cagar Laut Mubarak Al-Kabeer. Panitia juga menominasikan keterampilan menenun tradisional Al-Sadu Kuwait untuk daftarnya.

Dilansir dari Kuwait Times, Senin (14/12), panitia mengadopsi proposal Kuwait untuk menyusun buku tentang situs warisan Islam di seluruh dunia. 

Kuwait Towers

Kuwait Towers merupakan landmark terpenting di Gulf Road di Kuwait. Mereka terdiri dari tiga menara ramping di Kota Kuwait yang berdiri di tanjung ke Teluk Persia. Kuwait Tower diresmikan pada 26 Februari 1977 dan dinilai sebagai simbol Kuwait modern. 

Dua menara ini berfungsi sebagai penampung air, sedangkan satu menara sebagai tiang penerangan. Menara utama setinggi 187 meter (613,5 kaki) dan memiliki dua bola. Bola bawah menampung di setengah bagian bawah tangki air 4.500 meter kubik dan di bagian atasnya ada restoran untuk 90 orang, kafe, ruang tunggu dan aula resepsi. Bola atas, yang naik hingga 123 meter di atas permukaan laut dan menyelesaikan putaran penuh setiap 30 menit, memiliki kafe di dalamnya.

Menara kedua setinggi 147 meter dan berfungsi sebagai menara air. Menara ketiga menampung peralatan untuk menerangi dua menara yang lebih besar. 

Bola ditutupi dengan pelat baja berenamel yang dicat dengan skema warna biru, hijau, dan abu-abu selaras dengan bentuk ornamen tradisional arsitektur teluk di masa lalu, menciptakan kesan cemerlang di siang hari dan tontonan cahaya di malam hari. Proyek itu menjadi simbol bagi kota dan negara bagian Kuwait dengan bola besarnya yang tergantung di menara runcing.