Sabtu 19 Dec 2020 10:09 WIB

Kisah Budayawan Usulkan Pantun Warisan Budaya Dunia

Untuk memperjuangkan pantun ditetapkan sebagai warisan dunia tidak mudah

Pantun Ilustrasi
Foto: Antara
Pantun Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Budayawan asal Provinsi Kepulauan Riau, Abdul Malik merasa bangga UNESCO akhirnya menetapkan pantun asal wilayah itu dan Riau sebagai Warisan Budaya tak Benda Dunia. Abdul Malik, yang juga Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji, di Tanjungpinang, Jumat, merasa lega dan bahagia.

Abdul Malik diketahui bertahun-tahun memperjuangkan pantun asal Kepri dan Riau agar masuk dalam Warisan tak Benda Dunia."Alhamdulillah, akhirnya berhasil juga usulan kami. Kita patut bersyukur karena pantun Kepulauan Riau dan Riau dipilih untuk mewakili Melayu Indonesia," ucap dia.

Untuk memperjuangkan pantun ditetapkan sebagai warisan dunia tidak mudah. Sejumlah budayawan dan tokoh melayu di Kepri dan Riau membentuk tim.Tim asal Kepri terdiri dari Abdul Malik  dan Syahrial dari Dinas Kebudayaan. Sementara narasumber utama yakni Datok Alipon, Sang Maestro Pantun asal Kepri.

Berbagai kegiatan dilakukan, termasuk rapat kerja yang sudah berulang kali digelar. Tim mengumpulkan data-data, dan menganalisis hingga membuahkan naskah akademik pada tahun 2017. Bersamaan dengan itu, tim telah mengerjakan naskah akademiknya sejak Maret 2017.

"Banyak sekali rapat tim dilaksanakan, selain di Jakarta juga di Tanjungpinang. Telah pula dilakukan beberapa kali revisi naskah untuk melengkapi data," ujar dia.

Malik berpendapat bahwa sekarang Kepri dapat menggunakan ikon "Kepulauan Riau, Negeri Pantun Warisan Dunia".Seperti Malaka menggunakan ikon "Melaka, Bandaraya Bersejarah Warisan Dunia" sejak Mlaka diresmikan sebagai Kota Warisan Dunia oleh UNESCO.

"Sebagai ketua tim dari Kepri, yang ditunjuk, saya begitu bahagia dan terharu dengan penetapan pantun sebagai warisan budaya tak benda dunia.Diharapkan kejayaan pantun ini menambah semangat kita semua, pemerintah daerah, masyarakat, pekerja seni-budaya, dan akademisi untuk mengembangkan dan membina budaya melayu di Kepulauan Riau," tutur dia.

Menurut dia, budaya merupakan ikon utama bangsa Indonesia dan menjadi salah satu unsur pembentuk jati diri yang sangat penting.Ia berharap pantun terus dirawat dan dilestarikan di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau karena sekarang telah menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia yang ditetapkan oleh Unesco.

Sampai sekarang, pantun masih tetap lestari dan terawat dengan baik di Kepri. Berbagai acara seni budaya umumnya menggunakan pantun. Bahkan hampir seluruh acara resmi maupun informal diawali dan diakhiri dengan pantun."Peminat pantun tak hanya kalangan generasi tua. Generasi muda pun sangat menyukai pantun. Media-media cetak dan elektronik (radio dan televisi) lokal pun aktif menyiarkan pantun," ujar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement