Ahad 20 Dec 2020 07:38 WIB

Warga Israel Hancurkan Ribuan Pohon Zaitun Petani Palestina

Israel hancurkan ribuan pohon zaitun petani Palestina

Penghancuran pohon zaitun oleh warga Israel di Palestina
Foto: Anadolu agency
Penghancuran pohon zaitun oleh warga Israel di Palestina

IHRAM.CO.ID, RAMALLAH -- Di desa Burin, yang terletak di pinggiran kota Nablus di wilayah Tepi Barat Palestina, Basheer Zaban bersama keluarganya sedang memanen buah zaitun dari kebun buahnya.

Namun tiba-tiba puluhan pemukim Yahudi bertopeng menyerang mereka dengan batu.

Desa Burni, yang berjarak tujuh kilometer (4,3 mil) dari Nablus, dikelilingi oleh pemukiman Yitzhar.

"Kami tidak dapat melihat para pelaku karena mereka bersembunyi di balik pohon. Batu-batu itu menargetkan kepala kami. Mereka hampir membunuh kami," kata Basheer, yang lima anggota keluarganya terluka dalam serangan itu.

Serangan pemukim Yahudi itu difokuskan pada desa-desa Palestina yang diklasifikasikan sebagai Area C, divisi administratif Tepi Barat, tempat Israel mempertahankan kendali eksklusif, termasuk penegakan hukum dan pembangunan.

Terdiri dari hampir 60 persen wilayah Tepi Barat di bawah perjanjian Oslo, Area C secara bertahap seharusnya dialihkan ke yurisdiksi Palestina.

Sejak Israel terus membangun pemukiman Yahudi di daerah ini, desa Burin, Oreef, Madama, Jalood, Aserah al-Qibliah, Aqraba, dan Burqa di selatan Nablus dan Salfit dan beberapa desa di timur laut Ramallah menjadi sasaran langsung. dari pemukim.

Mereka memaksa warga Palestina mengosongkan tanah subur mereka untuk pemukiman Yahudi

Menurut Palestinian Grassroots Anti-Apartheid - koalisi organisasi non-pemerintah Palestina -, 2020 adalah tahun terberat bagi para petani.

Lebih dari 8.400 pohon zaitun tumbang atau dibakar.

"Serangan para pemukim dikoordinasikan terhadap petani dan relawan kami. Mereka melancarkan serangan mematikan sampai-sampai seorang lelaki tua mematahkan tengkoraknya,” kata Jamal Jomah, kepala koalisi LSM.

Pada tahun 1990, otoritas Israel memaksa Shawqi Abu Mujahed menutup tambang batu di desanya di Madama, untuk pembangunan jalan menuju pemukiman.

Setelah sumber penghidupannya ditutup, Shawqi bersama saudara-saudaranya mulai bekerja di ladang zaitun.

“Tapi helikopter pendudukan membakar pohon zaitun kami di samping ladang lain di utara dan selatan desa. Berkali-kali, para pemukim membakar pohon kami,” tutur Shawqi kepada Anadolu Agency.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement