18 Rajab 1442

9 Amalan Nabi Muhammad Memuliakan Ibadah Haji

Jumat , 25 Dec 2020, 06:50 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Ani Nursalikah
9 Amalan Nabi Muhammad Memuliakan Ibadah Haji
Foto : Republika.co.id
9 Amalan Nabi Muhammad Memuliakan Ibadah Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Nabi Muhammad merupakan orang yang paling mengagungkan aturan-aturan Allah, paling menjaga kehormatan-Nya, dan paling jauh terhindar dari batasan larangan-larangan-Nya. Bagitu pun dalam ibadah haji, Rasulullah begitu mengagungkan dan menjaga kehormatan amalan dan tempat manasik haji yang ditunjukkan dalam berbagai bentuk.

Berikut cara nabi dalam menghormati mengagungkan amalan dan tempat manasik haji seperti yang ditulis Abu Thalhah Muhammad Yunus Abdussttar dalam kitabnya Kaifa Tastafidumi min al-Haramain asy-Syarifain Ayyuha az-Zair wa al-Muqim Ahwal an-Nabi fi al-Hajj.

Judul itu dialih bahasakan menjadi Haji, Jalan-jalan atau Ibadah oleh Nashirul Haq dan Fatkhurozi. Pertama, menjelang ihram, Nabi mandi merapikan rambut dan menggunakan minyak wangi.

Sahabat Zaid bin Tsabit ra melihat nabi menanggalkan pakaian dan mandi untuk ihram. HR Tirmidzi demikian pula Ibnu Umar ra meriwayatkan, aku mendengar Nabi mengeraskan bacaan talbiyah sembari merapikan rambut. "HR Bukhari Aisyah ra berkata, "Aku memakai kan wewangian terbaik kepada Rasulullah sebelum dia ihram. "HR Muslim dalam riwayat lain, Aisyah ra berkata, "Aku memakaikan wewangian yang paling bagus yang dia miliki hingga aku melihat kemilau minyak wangi rambut dan jenggotnya," (HR Bukhari).

Baca Juga

Kedua, Nabi menggiring hewan ternak yang telah ditandai dari dzulhulaifah bir Ali untuk disembelih. Ini merupakan salah satu syarat Allah sebagaimana firman-nya dalam surat Al Hajj ayat 36 yang artinya dan telah kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syariat Allah.

Ketiga, Nabi Muhammad terus-menerus membaca talbiyah, semenjak memasuki manasik hingga melempar jumrah aqabah pada hari 'Nahr' (10 Dzulhijjah). Ibnu Abbas ra meriwayatkan, "Sesungguhnya Nabi membaca talbiyah hingga dia melempar jumroh aqabah (HR Ibnu Majah) demikian pula Ibnu Mas'ud ra menyatakan. "Demi Tuhan yang mengutus Rasulullah dengan benar sungguh aku telah keluar bersama nabi dari Mina menuju Arafah dia tidak meninggalkan bacaan talbiyah hingga melempar jumroh aqobah, kecuali jika dia menyelanginya dengan bacaan tahlil atau takbir," (HR Hakim dan Ibnu khuzaimah).