Program Ini Diluncurkan untuk Seniman Arab Saudi

Senin , 28 Dec 2020, 11:42 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Muhammad Hafil
Program Ini Diluncurkan untuk Seniman Arab Saudi . Foto ilustrasi: Seniman Saudi Percantik Riyadh dengan Kaligrafi Arab
Program Ini Diluncurkan untuk Seniman Arab Saudi . Foto ilustrasi: Seniman Saudi Percantik Riyadh dengan Kaligrafi Arab

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Kebudayaan Saudi saat ini sedang mempersiapkan peluncuran program Residensi Seni Al-Balad edisi kedua periode 2021-2022. Program ini menargetkan seniman, kritikus, peneliti, dan penulis Saudi maupun internasional.

 

Terkait

Agenda tersebut, seperti dilansir dari Arab News, Senin (28/12), akan berlangsung di gedung Ribat Al-Khonji di Al-Balad, sebuah Situs Warisan Budaya UNESCO di kota bersejarah Jeddah.

Baca Juga

Acara ini dirancang untuk mendorong dialog budaya, pemikiran kritis dan pertukaran pengetahuan dan pengalaman, serta dialog di antara generasi yang berbeda. Program Residensi Seni dibiayai oleh Kementerian Kebudayaan dan merupakan bagian dari program Kualitas Hidup Saudi Vision 2030.

Perhatian Saudi terhadap dunia seni bukan itu saja. Pemerintah Saudi sekarang ini juga dalam proses membangun pusat seni digital pertama di dunia di Ad-Diriyah Art Oasis. Rencananya, pusat seni digital ini akan diluncurkan pada 2022 setelah pengerjaan konstruksinya rampung.

Kemitraan bersama antara Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah (DGDA) dan Kementerian Kebudayaan Saudi akan menghasilkan hubungan revolusioner yang didedikasikan untuk mendukung inovasi di bidang seni digital, kecerdasan buatan, dan teknologi modern.

Terletak di jantung Ad-Diriyah, Oasis yang dirancang Amedeo Schiattarella akan menjadi bagian dari distrik warisan Al-Bujairi seluas 10 ribu meter persegi dan akan mencakup enam studio seni, bengkel, fasilitas hiburan remaja dan perpustakaan, serta lokakarya dan kuliah, dan teater.

Fasilitas itu akan membentuk lingkungan kreatif terintegrasi untuk penelitian, pengembangan, dan produksi seniman digital modern. The Oasis akan menawarkan empat jalur pendidikan utama. Pertama, seni, kecerdasan buatan, komputasi kreatif, dan pembelajaran otomatis.

Kedua adalah seni digital, fotografi, produksi film dan seni suara. Ketiga, ialah desain grafis, pemodelan 3d, animasi, dan grafik animasi. Keempat yakni media baru dan Pusat Penelitian Seni Kontemporer, sebuah program pendidikan yang mengeksplorasi konteks budaya yang berkembang di dunia kontemporer.

Arab Saudi juga akan membuat The Oasis menjadi tuan rumah acara publik seperti pameran seni dan kecerdasan buatan tahunan internasional dan serangkaian hackathon yang berfokus pada penerapan seni digital.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini