Muslim Malaysia Diimbau tak Konsumsi Sapi Impor

Selasa , 29 Dec 2020, 13:16 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Daging sapi sirloin Australia. (Kiri: daging sapi grain fed, kanan: daging sapi grass fed).
Daging sapi sirloin Australia. (Kiri: daging sapi grain fed, kanan: daging sapi grass fed).

IHRAM.CO.ID,REPUBLIKA.CO.ID, IPOH --- Warga Muslim Malaysia diimbau untuk menjauhi daging impor khususnya daging sapi untuk sementara waktu hingga status kehalalan daging impor dapat dipastikan. Deputi Perak Mufti Datuk Zamri Hashim mengatakan daya beli umat Muslim dapat mendorong produsen dan penjual untuk menerapkan langkah yang benar dalam berdagang serta memaksa penyelidikan dilakukan segera.

 

Terkait

Selain itu, dia menjelaskan, respon yang muncul dari konsumen bisa memastikan proses impor pada masa mendatang dilakukan sesuai standar halal. "Umat Islam bisa terus membeli daging sapi lokal. Selain terjamin kehalalannya ini juga bisa membantu industri daging sapi lokal," jelas Zamri seperti dilansir Straits Times pada Selasa (29/12). 

Zamei mengatakan dalam Islam ketika umat meragukan kehalalan suatu makanan maka mengharuskan untuk menghindari makan tersebut. Namun demikian pada saat yang sama,  masyarakat juga memverifikasi informasi yang beredar dan tak mempercayai klaim yang belum terbukti. 

"Pihak berwenang harus menyebutkan merek yang ditemukan telah memalsukan sertifikat halal dan memastikan bahwa pelakunya mendaaptkan sanksi," kata dia. 

Mufti Johor Datuk Yahya Ahmad mengatakan keaslian status kehalalan suatu produk, khususnya daging, merupakan hal yang harus diutamakan umat Islam. Dia mengatakan memalsukan sertifikasi halal atau mencampur daging halal dengan daging non-halal adalah masalah sensitif yang tidak dapat diterima umat Islam.

Menurut dia, konsumen memainkan peran kunci dalam upaya mengatasi masalah ini. Mereka harus berhati-hati saat membeli daging impor dengan mengidentifikasi apakah produk tersebut berlogo halal Malaysia atau yang telah terakreditasi di luar negeri.

Dia mengatakan konsumen berhak untuk bertanya kepada penjual tentang status halal produk mereka untuk jaminan. Dia juga mengatakan restoran dan pedagang harus memastikan bahwa mereka membeli daging halal asli sebelum menyajikannya kepada pelanggan mereka.

“Para pengunjung tidak bisa memastikan apakah daging yang mereka makan itu halal, kecuali logo halal yang terpampang di restoran. Pedagang bertanggung jawab atas makanan yang disajikan. Diharapkan dengan pendekatan ini, akan mengurangi ruang bagi sindikat memanfaatkan (konsumen) dengan cara memalsukan status kehalalannya," jelas Yahya.

"Tindakan tegas dari pihak berwenang diperlukan. Tindakan terhadap pelakunya serta mereka yang bekerja dengan mereka akan bertindak sebagai pencegah bagi mereka yang meraup keuntungan melalui cara-cara yang tidak bermoral," kata dia.

https://www.nst.com.my/news/nation/2020/12/652867/avoid-imported-meat-until-trust-issue-resolved

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini