Selasa 29 Dec 2020 16:49 WIB

Wapres: SDM Bank Syariah Didominasi Lulusan Konvensional

Menjadikan Indonesia sebagai pemain utama ekonomi syariah butuh SDM unggul.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wapres mengatakan, SDM perbankan syariah masih didominasi lulusan konvensional yang menerima pelatihan keuangan syariah.
Foto: Dok. KIP/Setwapres
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wapres mengatakan, SDM perbankan syariah masih didominasi lulusan konvensional yang menerima pelatihan keuangan syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan, dari sisi proporsi lulusan program ekonomi dan keuangan syariah, saat ini baru sekitar 10 persen SDM yang memiliki pendidikan ekonomi syariah yang bekerja di industri perbankan syariah.

"Sementara sisanya adalah SDM dengan pendidikan ekonomi konvensional yang menerima pelatihan perbankan syariah," kata Kiai Ma'ruf saat menjadi pembicara kunci di acara Sharia Business and Academic Synergy (SBAS) dengan tema Strategi Pengembangan SDM Ekonomi Islam Berbasis Link and Match Solusi SDM Unggul Indonesia Maju, Selasa (29/12).

Baca Juga

Padahal untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen produk halal terbesar dan pemain yang diperhitungkan dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah di dunia, salah satu faktor pentingnya adalah membangun SDM yang unggul di bidang ekonomi dan keuangan syariah. 

Namun, dari segi peningkatan kualitas kompetensi keahlian profesi, jumlah lembaga sertifikasi profesi ekonomi dan keuangan syariah juga belum memadai dari sisi kebutuhannya. 

Walaupun sudah tersedia beberapa Standar kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah. Namun itu belum dapat mengejar perkembangan kompetensi keahlian profesi yang dibutuhkan.

"Untuk itu saya berharap besar kepada IAEI melalui forum Sharia Business and Academy Synergy (SBAS) dapat merumuskan berbagai saran dan masukan kepada pemerintah untuk menyempurnakan kualitas pendidikan dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah, baik melalui jalur pendidikan tinggi maupun melalui jalur keahlian profesi," ungkap Kiai Ma'ruf.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement