Penerima Vaksin Pertama Saudi Puji Kondisi Pusat Kesehatan

Jumat , 01 Jan 2021, 07:35 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Arab Saudi memulai kampanye vaksinasi terbesar melawan Covid-19.
Arab Saudi memulai kampanye vaksinasi terbesar melawan Covid-19.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Pusat vaksin Arab Saudi terus memberikan layanannya kepada seluruh penduduk Kerajaan dengan mudah. Fasilitas ini dilengkapi dengan staf yang terlatih dan kapasitas yang mumpuni untuk menangani ribuan penerima vaksin Covid-19 dalam satu waktu.

 

Terkait

Bersamaan dengan peluncuran kampanye vaksinasi nasional terbesar pada 18 Desember, pusat pertama vaksin dibuka di Riyadh. Pusat vaksin kedua berada di Terminal Selatan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, yang dibuka kurang dari seminggu kemudian.  

Direktur Medis di Pusat Pengawasan Kesehatan Bandara Internasional King Abdulaziz, Dr. Mohammed Felemban, mengatakan sejumlah besar tempat vaksinasi telah disiapkan untuk menjangkau sebanyak mungkin masyarakat.

"Pusat vaksinasi pertama diluncurkan di Jeddah, di Terminal Selatan Bandara Internasional King Abdulaziz, dengan dukungan tak terbatas dari pimpinan. Hampir 83 titik vaksinasi telah disiapkan sejauh ini, untuk memastikan vaksin yang ada menjangkau banyak orang," katanya dilansir di Arab News, Kamis (31/12).

Dr Felemban menambahkan, jumlah klinik akan terus bertambah menjadi lebih dari 450. Bagi masyarakat yang telah mendaftarkan dirinya untuk menerima vaksin melalui aplikasi Sehaty Kementerian Kesehatan, setelah tiba di Pusat Vaksin harus melalui sejumlah prosedur.

Pertama, mereka akan melewati titik masuk, di mana ada triase visual untuk memeriksa suhu mereka sementara situs pendaftaran akan mengonfirmasi data mereka.  Kemudian, ada waktu tunggu singkat sebelum mereka dipandu ke klinik yang ditugaskan.

Setelah menerima vaksin, penerima vaksin akan diarahkan menuju ke zona pemulihan. Di sana, mereka diharuskan menunggu selama 15 menit sebelum dipulangkan.

Staf medis terlatih yang berada di klinik tersebut saat ini ditugaskan untuk menangani masyarakat yang berusia di atas 65 tahun, petugas layanan kesehatan, maupun individu dengan penyakit kronis. Mereka merupakan kelompok yang ditargetkan pada fase pertama peluncuran vaksin.

Direktur Program Klinis di pusat vaksin tersebut, Dr. Ahmed Hawsawi, menjelaskan beberapa pelatihan yang telah diterima petugas kesehatan untuk menangani vaksin.

“Semua profesional kesehatan yang terlibat dalam pekerjaan ini telah melalui pelatihan intensif. Pelatihan teknis ini mencakup tentang vaksin itu sendiri, serta semua interaksi dengan vaksin dalam hal kemanjuran, efek samping dan semua taktik persiapan, dan seterusnya,” kata Hawsawi.

Sisi lain dari pelatihan teknis tersebut adalah pelatihan injeksi. Hal ini mengajarkan petugas kesehatan perihal penggunaan jarum suntik dan tempat injeksi yang tepat. Dr Hawsawi menegaskan semua staf telah dipilih dengan baik dalam hal pengalaman klinis dan kompetensi yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.

Staf juga telah menjalani pelatihan perihal kepribadian maupun atribut personal. Pelatihan ini mencakup keterampilan komunikasi maupun penilaian dalam mempelajari riwayat medis pasien yang berfungsi membantu menanggapi pertanyaan yang ada.

Pelatihan yang mereka terima tidak berhenti sebatas pada proyek pertama vaksin. Staf pusat memastikan akan memberikan dukungan yang berkelanjutan. Ia menyebut pelatihan ini bersifat holistik.

CEO STC Specialized, Waleed Mutter, menerima vaksin tersebut, Senin (28/12). Dia segera mendaftar mendengar berita peluncuran vaksin tersebut. Seperti banyak orang di Wilayah Barat Kerajaan, dia menunggu gilirannya sampai menerima panggilan untuk mendatangi pusat tersebut, beberapa hari setelah pembukaannya.

"Ketika vaksin tersedia, saya mendaftar. Saya memiliki kepercayaan penuh kepada pemerintah, bahwa mereka tidak akan mengimpor apa pun yang tidak baik bagi kami. Karena alasan ini, saya adalah salah satu orang yang mendaftar pada hari pertama," katanya.

Dia menambahkan, saat mendaftar semua orang di sekitarnya bertanya mengapa ia melakukan hal tersebut. Mereka bilang lebih baik menunggu. Meski demikian, ia tidak mendengarkan pendapat mereka dan tetap datang untuk mendapatkan vaksinasi. Ia memiliki keyakinan penuh bahwa vaksin yang diberikan adalah baik dan tidak ada konsekuensinya.

Mutter lantas memuji Pusat Layanan Vaksin Saudi yang terorganisir dengan baik dengan stafnya yang responsif.  “Tidak perlu lima menit bagi saya untuk mencapai lokasi vaksinasi. Tim di sini sangat kooperatif dan ramah, dengan sambutan yang baik. Saya menerima vaksin di lengan kiri saya, dan mereka menyuruh saya menunggu selama 15 menit untuk memantau. Dalam 15 menit pertama setelah vaksinasi mungkin ada mual dan semacamnya," lanjutnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini