Jumat 01 Jan 2021 12:46 WIB

Pemulihan Ekonomi RI 2021 Masih akan Berliku dan Terjang

Pertumbuhan ekonomi 2021 masih bergejolak.

Pemulihan Ekonomi RI 2021 Masih akan Berliku dan Terjang. Pekerja merapikan stoples berisi kue kering yang dijual di Pasar Petisah, Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/12/2020). Penjualan kue kering seharga Rp.30.000-Rp.150.000/Kg tersebut meningkat 30 persen dari bulan-bulan sebelumnya, karena kebutuhan masyarakat untuk perayaan Natal dan tahun baru.
Foto: Irsan Mulyadi/ANTARA
Pemulihan Ekonomi RI 2021 Masih akan Berliku dan Terjang. Pekerja merapikan stoples berisi kue kering yang dijual di Pasar Petisah, Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/12/2020). Penjualan kue kering seharga Rp.30.000-Rp.150.000/Kg tersebut meningkat 30 persen dari bulan-bulan sebelumnya, karena kebutuhan masyarakat untuk perayaan Natal dan tahun baru.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Tahun 2020 merupakan masa yang berat bagi kinerja perekonomian Indonesia secara menyeluruh, seiring memburuknya ekonomi global akibat pandemi Covid-19. Hampir dipastikan pada tahun ini akan ditutup dengan pertumbuhan ekonomi yang negatif.

Pada kuartal pertama ekonomi Indonesia masih tumbuh positif 2,97 persen, kemudian pada kuartal kedua meluncur bebas menjadi minus 5,32 persen akibat dari pandemi yang melanda Indonesia pada awal Maret lalu. Lalu, pada kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi relatif membaik, walaupun masih terkontraksi dengan pertumbuhan minus 3,49 persen.

Baca Juga

Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat sedikit membaik, meskipun belum bisa menembus zona positif dengan perkiraan minus 0,9 persen hingga minus 2,9 persen. Pemerintah mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 dari sebelumnya minus 0,6 persen hingga minus 1,7 persen, menjadi minus 1,7 persen hingga minus 2,2 persen.

Proyeksi ini sejalan dengan perkiraan beberapa lembaga keuangan global seperti Asian Development Bank (ADB) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 minus 2,2 persen, World Bank dengan perkiraan minus 2,2 persen, IMF memperkirakan minus 1,5 persen, dan OECD dengan perkiraan minus 2,4 persen.

Kemudian, dari dalam negeri lembaga Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) juga memperkirakan tahun 2020 akan ditutup dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran minus 2 persen.

 

sumber : Anadolu Agency
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement