Penyaluran KUR Syariah Capai Rp 4,77 Triliun pada 2020

Ahad , 03 Jan 2021, 16:16 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : Dwi Murdaningsih
Nasabah berjalan usai melakukan transaksi melalui ATM Bank BRI Syariah, Jakarta, Ahad (5/1).
Nasabah berjalan usai melakukan transaksi melalui ATM Bank BRI Syariah, Jakarta, Ahad (5/1).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema syariah tercatat terus meningkat setiap tahun. Penyaluran KUR terus meningkat meski dalam situasi pandemi seperti pada tahun 2020.

 

Terkait

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat total penyaluran sebesar Rp 4,77 triliun sejak awal tahun 2020 hingga 21 Desember 2020.

Baca Juga

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir menyampaikan akumulasi KUR Syariah sejak pertama kali disalurkan pada Agustus 2015 telah mencapai Rp 7,34 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari KUR Super Mikro sebesar Rp 3,55 triliun, KUR Mikro sebesar Rp 4,34 triliun dan KUR Kecil sebesar Rp 3,3 triliun.

"Realisasi penyaluran KUR Syariah tahun berjalan 2020 sebesar Rp 4,77 triliun dengan rincian Rp 3,55 triliun KUR Super Mikro, Rp 2,89 triliun KUR Mikro, dan Rp 1,83 triliun KUR Kecil," katanya pada Republika, Ahad (3/12).

Penyalur KUR Syariah skema subsidi marjin yang aktif hingga saat ini meliputi BRISyariah, BNI Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) BPD Riau Kepulauan Riau, serta UUS BPD Jawa Tengah. Penyalurannya posisi 21 Desember 2020 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2017, 2018, dan 2019.

Sejak 2015 hingga saat ini, KUR Syariah telah disalurkan pada 193.880 debitur. Pada 2020 sendiri total debitur KUR Syariah mencapai 118.358 debitur. Mayoritasnya dalam skema mikro sebesar 60,68 persen dari total penyaluran, diikuti KUR Mikro sebesar 39,4 persen dan KUR Super Mikro sebesar 0,074 persen.

Iskandar mengatakan tidak ada pembatasan plafon untuk KUR Syariah tahun depan. Jumlahnya disesuaikan dengan permintaan masyarakat atau UMKM sehingga memungkinkan terus meningkat.

"Untuk tahun depan tidak ada pembatasan atau terserah permintaan masyarakat atau UMKM terhadap KUR Syariah," katanya.

Pemain terbesar KUR syariah saat ini adalah BRI Syariah dengan proporsi lebih dari 90 persen. Seiring dengan rencana merger oleh Kementerian BUMN, Iskandar mengatakan ketiga bank syariah tersebut juga sudah minta plafon KURnya.