Transformasi Pariwisata Keamiran Ras Al Khaimah

Jumat , 08 Jan 2021, 08:32 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : Muhammad Hafil
Transformasi Pariwisata Keamiran Ras Al Khaimah. Foto: Dubai memiliki sejumlah hotel mewah untuk menjamu wisatawan berkantung tebal dari berbagai penjuru dunia.
Transformasi Pariwisata Keamiran Ras Al Khaimah. Foto: Dubai memiliki sejumlah hotel mewah untuk menjamu wisatawan berkantung tebal dari berbagai penjuru dunia.

IHRAM.CO.ID,RAS AL KHAIMAH --- Putra Mahkota Keamiran Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA), Syekh Mohammed bin Saud bin Saqr Al Qasimi berharap lebih banyak turis yang berkunjung dan menjelajahi Ras Al Khaimah pada tahun ini. Terlebih setelah emirat itu dijuluki sebagai ibukota pariwisata Teluk 2021.

 

Terkait

Ras Al Khaimah (RAK) mengantongi gelar ibukota pariwisata Teluk 2021 pada pertemuan tahunan menteri pariwisata ke lima dari Dewan Kerja Sama untuk Negara Arab di Teluk (GCC) pada November lalu. Syekh Mohammed meyakini dengan pengakuan yang diberikan GCC akan memperkuat emirat RAK dalam peta pariwisata internasional sehingga dapat berkontribusi dalam menarik lebih banyak minat wisatawan.

Baca Juga

“Ras Al Khaimah telah melihat dalam beberapa tahun terakhir transformasi besar-besaran, terutama di sektor fasilitas dan layanan vital, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan,” kata Syekh Mohammed seperti dilansir Khaleej Times pada Jumat (8/1).

Berdasarkan data otoritas pengembangan pariwisata RAK, terdapat 1,12 juta pengunjung yang datang pada 2019. Jumlah itu meningkat empat kali lipat dibandingkan dengan 2018. Sementara selama masa liburan Idul Adha yakni pada November, RAK mencatat pertumbuhan 12,9 persen  dalam tingkat rata-rata harian (ADR). Peningkatan itu tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada saat keadaan perjalanan normal (non-pandemi).

Ras Al Khaimah dengan cepat berkembang menjadi sebuah pusat petualangan populer di UAE. Tidak hanya memiliki zipline terpanjang di dunia yang berada di Jebel Jais, RAK juga memiliki kamp survival Bear Grylls yang baru dibuka.

Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif dengan Emirates News Agency (WAM), Syekh Mohammed mengatakan dirinya telah memantau perjalanan pembangunan  secara keseluruhan untuk mencapai prestasi di semua bidang.

“Kami bekerja tanpa lelah untuk menjalankan arahan dari Sheikh Saud bin Saqr Al Qasimi, Anggota Dewan Tertinggi dan Penguasa Ras Al Khaimah, untuk meningkatkan proses pembangunan, yang disaksikan di emirat di berbagai tingkatan, seperti kami pada akhirnya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan Emirat, ” katanya.

Sementara itu berkaitan dengan rencana pengembangan UEA untuk 50 tahun ke depan, Syekh Mohammed mengatakan UEA akan mengeksplorasi prospek yang menjanjikan.

"Memastikan penyediaan kualitas hidup kelas dunia untuk generasi yang akan datang, mempersiapkan era pasca-minyak, mengembangkan inisiatif unik dan menerjemahkannya ke dalam program kerja terintegrasi yang berkontribusi untuk mencapai strategi nasional UEA," jelasnya.

Syekh Mohammed yang menjadi Putra Mahkota Ras Al Khaimah pada 2010 juga memuji penanganan pandemi Covid-19 oleh UEA. Menurutnya hal itu mencerminkan tingkat profesionalisme tertinggi.

“Dan Ras Al Khaimah telah melakukan upaya yang tak kenal lelah, karena menyediakan sistem perawatan kesehatan terkemuka yang mampu secara efisien menangani dampak pandemi ini,” tambahnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini