Ahad 10 Jan 2021 22:34 WIB

Larangan Terbang Dicabut, Warga Arab Saudi Berburu Tiket

Agen perjalanan melihat tingginya permintaan perjalanan ke Dubai, London, dan AS.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Friska Yolandha
Agen Perjalanan berbasis di Kerajaan Saudi mengalami hari yang sibuk pada Sabtu (9/1). Mereka menantikan bisnis besar, setelah otoritas mengumumkan akan melanjutkan penerbangan internasional pada 31 Maret.
Foto: Saudi Ministry of Media via AP
Agen Perjalanan berbasis di Kerajaan Saudi mengalami hari yang sibuk pada Sabtu (9/1). Mereka menantikan bisnis besar, setelah otoritas mengumumkan akan melanjutkan penerbangan internasional pada 31 Maret.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Agen Perjalanan berbasis di Kerajaan Saudi mengalami hari yang sibuk pada Sabtu (9/1). Mereka menantikan bisnis besar, setelah otoritas mengumumkan akan melanjutkan penerbangan internasional pada 31 Maret. Kementerian Dalam Negeri mengumumkan, warga negara diizinkan melakukan perjalanan ke dan dari negara itu, ketika penerbangan internasional diputuskan kembali berjalan.

Salah satu agen perjalanan, Al-Maha United Travel, menyebut, pihaknya melihat permintaan yang tinggi untuk perjalanan ke Dubai, London, dan AS. “Kami menerima banyak pertanyaan melalui panggilan telepon, akun media sosial kami, maupun yang datang langsung. Itu adalah berita bagus, setelah 10 bulan kami menunggu dan menderita tanpa adanya perjalanan internasional serta penangguhan pariwisata," kata penyelia perusahaan dan agensi liburan tersebut, Fawad Iqbal, dilansir di Arab News, Ahad (10/1).

Penerbangan diperkirakan dilanjutkan sekitar dua pekan sebelum dimulainya Ramadhan. Meski demikian, Iqbal mengatakan, waktu yang terbatas ini tidak boleh membatasi atau memperlambat pemesanan dengan cara apa pun.

Ia juga merasa yakin, meski waktu yang ada berdekatan dengan bulan Ramadhan, hal ini tidak akan membawa dampak yang besar. Kebanyakan orang, baik warga maupun ekspatriat Arab Saudi, disebut sangat ingin bepergian ke luar negeri.

"Perjalanan akan meledak, jika negara lain mengizinkan turis masuk. Karena saat ini masih banyak negara menetapkan batasan untuk mengizinkan turis masuk," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement