Selasa 12 Jan 2021 17:35 WIB

Dokter Temanggung Meninggal Positif Covid-19

Dokter Tri menjadi salah satu yang terbaik di RSUD Temanggung.

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)
Foto: EPA/CDC
Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Seorang dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Trisada Indra Puri (35), meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19. Dokter Tri menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

"Saya dan wakil bupati ikut berduka atas meninggalnya salah satu dokter di RSUD Temanggung yang meninggal karena positif Covid-19," kata Bupati Temanggung M. Al Khadziq di Temanggung, Selasa.

Baca Juga

Ia mengatakan hal tersebut usai pelantikan/pengukuhan jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Temanggung di Pendopo Pengayoman. "Saya ikut berbela sungkawa dan ikut mendoakan semoga almarhumah husnul khatimah dan saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pengorbanan dan dedikasi almarhumah yang selama ini telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada masyarakat berada di garis terdepan dalam melawan pandemi Covid-19 ini," katanya.

Khadziq menyampaikan kesedihannya karena saat-saat ada harapan baru dengan vaksin Covid-19 untuk bisa keluar dari pandemi ini, malah dokter RSUD Temanggung meninggal karena Covid-19. "Padahal sejak awal dokter ini berdedikasi luar biasa, bekerja keras di garis terdepan malah justru ketika ada harapan untuk keluar dari krisis dia terkena Covid-19 dan meninggal dunia, sungguh saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," katanya.

Ia menuturkan tentu hal ini menjadi peringatan bagi siapa saja agar lebih berhati-hati, lebih waspada terhadap Covid-19 di tengah masyarakat. Khadziq pun berharap dengan meninggalnya dokter RSUD Temanggung ini harus menjadi momentum seluruh masyarakat untuk kembali meningkatkan kesadaran menghindari virus ini dengan cara meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Direktur RSUD Temanggung Tetty Kurniawati mengatakan almarhumah dr Trisada yang telah dimakamkan dengan protokol kesehatan ketat, Senin (11/1) malam itu, semasa hidupnya merupakan salah satu dokter terbaik di RSUD Temanggung.

Dedikasinya sebagai dokter umum dalam membantu semua pasien sudah tidak terhitung. Oleh karena itu pihak RSUD merasa kehilangan atas dipanggilnya sang dokter kembali kepada Allah SWT. "Salah satu tenaga kesehatan terbaik telah dipanggil karena punya penyakit dalam dan terpapar Covid-19," katanya.

Ia berharap, gugurnya tenaga kesehatan kali ini merupakan yang terakhir agar tidak terjadi pada tenaga kesehatan lain. Tetty juga berharap, peristiwa tersebut menjadi pengingat semua masyarakat agar tidak menyepelekan Covid-19.

Masyarakat harus tetap waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak kapan pun dan di mana pun berada. "Pandemi Covid-19 ini belum berakhir, virus cukup ganas, maka protokol kesehatan harus tetap ditegakkan walaupun vaksin sudah disiapkan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement