13 Jumadil Akhir 1442

Wagub Jabar Persiapkan Mental Sebelum Divaksin Covid-19

Rabu , 13 Jan 2021, 22:33 WIB Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Wagub Jabar Persiapkan Mental Sebelum Divaksin Covid-19. Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum.
Wagub Jabar Persiapkan Mental Sebelum Divaksin Covid-19. Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

IHRAM.CO.ID,BANDUNG -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan tidak ada persiapan khusus bagi dirinya sebelum menjalani penyuntikan vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin, Kota Bandung, Kamis (14/1).

“Persiapan saya, hanya menguatkan mental untuk bisa melaksanakan apa yang menjadi arahan dari Gubernur Jabar. Adapun persiapan-persiapan khusus tidak ada," kata Kang Uu di Bandung, Rabu (13/1).

Masalah makanan, kata dia, tidak ada pantangan karena memang tidak ada arahan-arahan yang lebih spesifik dalam menghadapi persiapan vaksin.

Saat penyuntikan COVID-19, Kang Uu akan didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Hal itu, kata Kang Uu, menunjukkan bahwa Jabar kompak menyukseskan vaksinasi COVID-19.

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, tidak dibolehkan mengikuti vaksinasi COVID-19 sebab ia merupakan relawan uji klinis fase ketiga vaksin COVID-19. "Kang Emil akan hadir ke RSUP Hasan Sadikin. Sambil ketawa, beliau menyampaikan bahwa beliau akan mendampingi saya, takut saya nangis kesakitan," ucapnya.

Wagub mengaku senang divaksin didampingi oleh gubernur. Itu menunjukkan kedekatan mereka dalam memimpin Jabar.

"Sampai ada canda seperti itu dan juga beliau akan hadir sebagai bentuk kebersamaan,” ujarnya.

Kang Uu pun menyatakan, dirinya tidak merasa takut sama sekali saat menjalani vaksinasi COVID-19. Apalagi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergencyuseauthorization (EUA).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa vaksin COVID-19 halal dan suci. “Saya tidak ada rasa ketakutan, teu was-was teu mang-mang dan tidak bimbang,” katanya.

Kang Uu berharap masyarakat untuk turut menyukseskan vaksinasi COVID-19 dan tidak terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.

“Harapan kami masyarakat tidak ragu, pejabat saja divaksin, kenapa masyarakat tidak. Bagi mereka yang suka menakut-nakuti, tolong hentikan. Ingat tidak ada keputusan pemerintah untuk menyengsarakan rakyat,” ujarnya.

 

widget->kurs();?>