15 Rajab 1442

Arkeolog Temukan 50 Sarkofagus di Makam Saqqara

Ahad , 17 Jan 2021, 12:33 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Sarkofagus dipamerkan kepada media pada Sabtu (14/11), hasil temuan di situs pemakaman Saqqara Necropolis di Giza, Mesir.
Sarkofagus dipamerkan kepada media pada Sabtu (14/11), hasil temuan di situs pemakaman Saqqara Necropolis di Giza, Mesir.

IHRAM.CO.ID, KAIRO – Mesir mengumumkan penemuan harta karun baru di Makam Saqqara selatan Kairo, termasuk kuil penguburan kuno pada Sabtu (16/1).

Kementerian pariwisata dan barang antik mengatakan penemuan besar yang dilakukan oleh tim arkeolog dipimpin Ahli Mesir Kuno, Zahi Hawass. Penemuan tersebut mencakup lebih dari 50 sarkofagus. Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan, sarkofagus kayu yang berasal dari Kerajaan Baru Mesir, ditemukan di 52 poros pemakaman di kedalaman 10 hingga 12 meter atau 40 kaki.

Hawass menyebut kuil pemakaman Ratu Naert, istri Raja Teti serta tiga gudang yang terbuat dari batu bata ditemukan di situs tersebut. Saqqara adalah rumah bagi lebih dari selusin piramida, biara kuno, dan situs pemakaman hewan. Selain itu, Saqqarra merupakan pemakaman luas di ibu kota Mesir kuno, Memphis yang menjadi situs warisan dunia UNESCO.

Dilansir Daily Sabah, Ahad (17/1), pada November, Mesir mengumumkan penemuan lebih dari 100 sarkofagus utuh yang merupakan penemuan terbesar tahun 2020. Peti mati kayu yang disegel, dibuka di samping patung dewa kuno yang berasal dari lebih dari 2.500 tahun lalu. Peti itu milik pejabat tinggi dari periode akhir dan periode Ptolemeus Mesir kuno. Saat itu, Menteri Purbakala dan Pariwisata Mesir, Khaled al-Anani meramalkan Saqqara belum mengungkap semua isinya.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, Hawass mengatakan penemuan terbaru ini dapat memberikan penjelasan baru tentang sejarah Saqqara selama Kerajaan Baru Mesir antara abad ke-16 SM dan abad ke-11 SM.

Penemuan itu dilakukan di dekat piramida tempat Raja Teti, firaun pertama dari Dinasti Keenam Kerajaan Lama Mesir dimakamkan. Mesir berharap penemuan arkeologi akan memacu sektor pariwisata yang telah mengalami banyak guncangan. Mulai dari pemberontakan tahun 2011 sampai pandemi virus korona sekarang.

Akhir tahun ini dan setelah beberapa penundaan, pihak berwenang berharap untuk meresmikan museum baru yang dinamai Museum Agung Mesir di dataran tinggi Giza, rumah bagi piramida Giza yang terkenal. Telah terjadi banyak penggalian dalam beberapa tahun terakhir di Saqqara, rumah bagi piramida bertingkat Djoser, salah satu yang paling awal dibangun di Mesir kuno.

 

widget->kurs();?>