15 Rajab 1442

Inggris Suntik Vaksin Covid-19 Hampir 4 Juta Penduduk

Senin , 18 Jan 2021, 18:05 WIB Reporter :Dwina Agustin/ Redaktur : Nur Aini
Penghibur asal Inggris Lionel Blair, 92, menerima vaksin Pfizer BioNtech COVID-19 di pusat vaksin NHS yang didirikan di lapangan pacuan kuda di Epsom, Inggris, Rabu 16 Desember 2020.
Penghibur asal Inggris Lionel Blair, 92, menerima vaksin Pfizer BioNtech COVID-19 di pusat vaksin NHS yang didirikan di lapangan pacuan kuda di Epsom, Inggris, Rabu 16 Desember 2020.

IHRAM.CO.ID, LONDON -- Menteri Pengadaan Vaksin Inggris, Nadhim Zahawi menyatakan, pemerintah rata-rata memvaksinasi 140 orang per menit terhadap Covid-19, Senin (18/1). Angka terakhir menunjukkan Inggris telah memvaksinasi 3.857.266 orang dengan dosis pertama dan 449.736 dengan dosis kedua.

"Ini berjalan dengan baik, kami memvaksinasi rata-rata 140 orang, itu suntikan pertama, secara harfiah dalam satu menit. Itu rata-rata jadi beberapa daerah berkinerja lebih baik, "kata Zahawi kepada Sky.

Inggris memiliki angka kematian resmi Covid-19 terburuk kelima di dunia. Kondisi ini membuat pemerintah berlomba untuk menjadi salah satu negara besar pertama yang memvaksinasi penduduknya.

"Anda akan melihat peningkatan itu saat kami membuka lebih banyak pusat vaksinasi besar, total 17 pada minggu ini dan 50 pada akhir bulan," kata Zahawi.

Baca Juga

Zahawi menjelaskan, saat ini beberapa daerah telah menyelesaikan penyuntikan vaksin untuk usia di atas 80-an, sekitar 70-an, dan mereka yang secara klinis sangat rentan. Dia mengatakan, penawaran vaksin 24 jam akan mulai diujicobakan di London pada akhir bulan.

Pekerja kunci seperti guru, polisi dan pekerja toko dapat naik ke daftar teratas untuk mendapatkan vaksin. Mereka akan mendapatkan suntikan setelah warga yang berusia di atas 50 telah mendapatkannya terlebih dahulu.

"Guru, petugas polisi, pekerja toko, mereka yang bukan karena kesalahan mereka sendiri selain pekerjaan yang mereka lakukan mungkin bersentuhan dengan virus dalam volume yang jauh lebih besar, harus berada di daftar teratas,” kata Zahawi kepada Times Radio.

Inggris saat ini meluncurkan vaksin untuk yang paling rentan terlebih dahulu, dimulai dengan warga di panti werdha atau berusia di atas 80 tahun. Zahawi mengatakan, akan bekerja dengan Komite Bersama Vaksinasi untuk menentukan siapa yang mendapat suntikan berikutnya dalam peluncuran tahap kedua. 

 

widget->kurs();?>