Sunnah Nabi Muhammad Ketika Kembali dari Perjalanan

Rabu , 20 Jan 2021, 04:16 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Sunnah Nabi Muhammad Ketika Kembali dari Perjalanan. Foto: Perjalanan hijrah Nabi Muhammad bersama Abu Bakar dari Makkah ke Madinah (ilustrasi).
Sunnah Nabi Muhammad Ketika Kembali dari Perjalanan. Foto: Perjalanan hijrah Nabi Muhammad bersama Abu Bakar dari Makkah ke Madinah (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Imam Al Ghazali menulis dalam kitabnya Asrar Al-Haj, bahwa setiap Nabi Muhammad SAW kembali dari perjalanan, baik kembali dari peperangan, ibadah haji maupun umroh, beliau selalu mengumandangkan takbir. Takbir itu dikumandangkan di tempat yang tinggi sebanyak tiga kali lalu berdoa.

 

Terkait

"Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan tidak sekutu baginya. Kekuasaan dan segala puji hanya milik Allah. Dia adalah Dzat Yang Maha mampu atas segala sesuatu. Aku kembali, aku bertobat, aku beribadah dan bersujud kepada Tuhan kami dengan memanjatkan pujian kepadanya. Maha Benar Allah dengan segala janji-Nya, yang telah menolong hamba-Nya dan yang telah mengalahkan musuh-musuh-Nya dengan kekuasaan-Nya sendiri."

Baca Juga

Dalam satu riwayat, Nabi berdoa. "Segala sesuatu pasti binasa kecuali Allah yang bagi-Nya hukum dan kepada-Nya segala sesuatu akan dikembalikan.

Imam Al-Ghazali menyarankan, bagi orang yang baru kembali dari melakukan perjalanan, sebaiknya membaca doa di atas.

Ketika sudah sampai di pintu masuk kota tempat tinggalnya, maka sebaiknya berdoa di atas kendaraannya.

"Ya Allah jadikanlah kota ini tempat tinggalku tempat untuk mendapatkan rezeki yang baik."

Imam Al-Ghazali mengatakan, ketika hendak pulang ke rumah sebaiknya mengutus seseorang untuk memberitahu keluarganya tentang kedatangannya agar mereka tidak kaget. Karena seperti itulah sunnah Rasulullah.

Ketika sampai di desa atau daerahnya pada malam hari tidak diperkenankan mengetuk pintu rumahnya. Tempat pertama yang dituju pertama kali adalah masjid untuk melaksanakan salat sunah dua rakaat di sana.

"Begitulah senantiasa dilakukan Rasulullah SAW," katanya.

Ketika memasuki rumah, hendaknya berdoa "Aku bertaubat kepada Tuhan kami. Aku telah kembali dan semoga kami tidak mendapatkan petaka."

Ketika jamaah haji telah sampai di rumahnya, maka jangan lupa untuk mengingat nikmat dan karunia Allah yang telah diberikan kepadanya berupa kesempatan untuk berziarah ke Baitullah ke Tanah Suci dan makam Rasulullah SAW. Kenikmatan itu hendaknya digunakannya untuk menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak berguna yang bergelimang dosa.

"Amalan-amalan di atas tanda-tanda haji mabrur," katanya.

Dan kata Imam Ghazali, tanda paling jelas dari kemabruran haji adalah menjadi seorang yang zuhud yang sangat antusias dalam kebaikan dan urusan akhirat, serta bersiap untuk bertemu dengan Tuhannya setelah sebelum ziarah ke rumahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini