15 Rajab 1442

Doa Orang Shaleh di Arafah

Kamis , 21 Jan 2021, 02:17 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Doa Orang Shaleh di Arafah. Foto: Ilustrasi Jabal Rahmah di Arafah (Foto & Editing: Yogi Ardhi/Republika
Doa Orang Shaleh di Arafah. Foto: Ilustrasi Jabal Rahmah di Arafah (Foto & Editing: Yogi Ardhi/Republika

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Abu Talhah dalam kitabnya Kaifa Tastafidu min al Haramain asy-Syarifain Ayyuha az-Zair wa-al-Muqim Ahwal an Nabi fi Al-Hajj mengisahkan tentang bagaimana orang-orang Saleh berdoa ketika di padang Arafah. Padang Arafah merupakan tempat yang istimewa karena di tempat inilah dosa dan doa dikabulkan

Diriwayatkan ada orang yang berkata kepada Yunus bin Ubaid (W139H) ketika dia meninggalkan Arafah, "Bagaimana keadaan manusia?" Dia menjawab.  "Aku tidak meragukan rahmat Allah."

Seandainya saja aku bersama mereka." Orang itu berkata. "Seandainya mereka diharamkan dari surga karena diriku."

Sebagian orang shaleh berkata, "Ketika aku berada di Muzdalifah aku menghidupkan waktu malam dengan sholat.Di sana ada seorang wanita melaksanakan sholat sampai pagi."

Baca Juga

Wanita itu ditemani orang oleh seorang Syekh. "Aku mendengar Syekh itu berdoa.

"Wahai Allah kami datang dari tempat yang engkau ketahui.Kami melaksanakan haji sebagaimana yang engkau perintahkan pada kami. Kami berdiri sebagaimana petunjukmu. Kami telah melihat penduduk dunia ada seorang pemuda budak tetapi menjadi pelayan mereka penduduk dunia. Berilah Rahmat kepada kami dengan kelembutanmu, dan bebaskanlah kami dengan kedermawana-Mu."

Seperti itulah kata Abu Talhah para ulama ahli kebajikan dan para Syekh yang terpilih. Mereka berusaha menjauhkan dari perbuatan dosa karena takut akan perhitungan hari kiamat dan hukuman neraka di akhirat.

"Ada yang berkata bahwa dosa terbesar adalah datang ke arah kembali berprasangka buruk bahwa Allah tidak akan mengampuni dirinya," katanya.

Untuk itu kita tidak diperbolehkan berputus asa dari rahmat Allah dan pesimis dari ampunannya, serta berprasangka buruk terhadap Allah dalam setiap keadaan. Namun demikian pada saat di Arafah tidak menghalangi rasa takut kita dari kemerdekaannya, dan mengharapkan kelembutan dan kemuliaan-Nya.

Karena, kata Abu Talhah yang dilihat dari segala sesuatu adalah akhir perbuatannya dan keyakinannya di akhir usianya. Oleh karena itu sudah sepatutnya untuk terus membiasakan diri dan senantiasa berdoa, membiasakan berdiri untuk berharap kepada Allah.

Abu Talhah menyarankan agar kita ketika di Arafah memperbanyak mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah Yang Maha baik di waktu lapang maupun sempit, berusaha ridha terhadap ketetapan Allah dengan berdoa.

"Ya Allah baikanlah seluruhpersoalan kami. Selamatkanlah kami dari kehinaan di dunia dan dari azab akhirat. Wafatkanlah kami dalam keadaan muslim. Satukanlah kami bersama orang yang saleh. Masukkanlah kami ke dalam surga dengan rahmat-mu wahai dzat yang maha pengasih. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada para nabi dan segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam."

 

widget->kurs();?>