20 Rajab 1442

Rouhani Desak Biden Kembali ke Perjanjian Nuklir

Rabu , 20 Jan 2021, 17:03 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Rouhani Desak Biden Kembali ke Perjanjian Nuklir. Foto selebaran yang disediakan oleh Kantor Kepresidenan Iran menunjukkan Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara selama pertemuan di Teheran, Iran, 07 Januari 2021. Menurut laporan media, Presiden Rouhani mengomentari penyerbuan Capitol AS di Washington DC, AS yang mengatakan bahwa kekacauan itu dibebaskan oleh pendukung Presiden AS Donald J. Trump membuktikan kegagalan demokrasi Barat.
Foto : EPA-EFE/IRAN'S PRESIDENTIAL OFFICE
Rouhani Desak Biden Kembali ke Perjanjian Nuklir. Foto selebaran yang disediakan oleh Kantor Kepresidenan Iran menunjukkan Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara selama pertemuan di Teheran, Iran, 07 Januari 2021. Menurut laporan media, Presiden Rouhani mengomentari penyerbuan Capitol AS di Washington DC, AS yang mengatakan bahwa kekacauan itu dibebaskan oleh pendukung Presiden AS Donald J. Trump membuktikan kegagalan demokrasi Barat.

IHRAM.CO.ID, DUBAI -- Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) selanjutnya kembali ke perjanjian nuklir 2015 dan mencabut sanksi terhadap Iran. Rouhani menyambut berakhirnya era 'tiran' Presiden Donald Trump.

Presiden terpilih AS Joe Biden, yang mulai menjabat pada Rabu, mengatakan AS akan bergabung kembali dengan pakta tersebut. Perjanjian tersebut mencakup pembatasan aktivitas nuklir Iran, jika Teheran melanjutkan kepatuhan yang ketat.

"Bola ada di pihak AS sekarang. Jika Washington kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015, kami juga akan sepenuhnya menghormati komitmen kami berdasarkan pakta tersebut," kata Rouhani dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi, Rabu (20/1).

"Hari ini, kami mengharapkan pemerintahan AS yang akan datang kembali ke aturan hukum dan berkomitmen, dan jika mereka bisa, dalam empat tahun ke depan, untuk menghilangkan semua titik hitam dari empat tahun sebelumnya," kata dia.

Baca Juga

Ketegangan meningkat antara Teheran dan Washington sejak 2018. Saat itu, Trump keluar dari kesepakatan antara Iran dan enam kekuatan dunia yang berusaha membatasi program nuklir Teheran dan mencegahnya mengembangkan senjata atom.