10 Ramadhan 1442

Pakar: Pemerintah Jangan Alergi Yang Ragukan Vaksin Sinovac

Kamis , 21 Jan 2021, 16:20 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Petugas medis memperlihatkan vaksin COVID-19 Sinovac untuk diberikan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Ulee Kareng di Banda Aceh, Aceh, Rabu (20/1/2021). Kementerian Kesehatan pada tahap pertama hingga akhir Februari 2021 akan memberikan vaksinasi COVID-19 Sinovac kepada 566.000 orang dari 1.48 juta tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia.
Petugas medis memperlihatkan vaksin COVID-19 Sinovac untuk diberikan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Ulee Kareng di Banda Aceh, Aceh, Rabu (20/1/2021). Kementerian Kesehatan pada tahap pertama hingga akhir Februari 2021 akan memberikan vaksinasi COVID-19 Sinovac kepada 566.000 orang dari 1.48 juta tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia.

IHRAM.CO.ID, SURABAYA -- Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga Prof. Chairul Anwar Nidom menyebut, program vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin Sinovac sebagai perjudian.

Pasalnya, peluang keberhasilan dan kegagalannya masih sama. Karena itu, dia berharap, pemerintah tidak alergi dengan mereka yang meragukan keberhasilan vaksin Sinovac.

"Contoh vaksin kan belum ada berarti ini gambling. Orang mengatakan bagus kita terima, orang mengatakan jelek juga kita terima karena tidak ada contohnya. Jadi pemerintah jangan melihat persoalan anti dan tidak anti pemerintah. Katakan lah peluangnya 50 persen 50 persen," ujar Nidom kepada Republika, Kamis (21/1).

Nidom juga mengkritisi pengeluaran izin darurat penggunaan vaksin Sinovac yang menurutnya terkesan terburu-buru. Padahal, kata Nidom, dengan penerapan protokol kesehatan yang menggunakan rumus 3M saja, efektivitas dalam pengendalian Covid-19 bisa mencapai 95 persen. 

photo

Keterangan foto: Sejumlah tenaga kesehatan menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu (20/1). Sebanyak 2.630 tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran menjalani vaksinasi Covid-19 secara bertahap. Vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan ini diprioritaskan karena mereka bersinggungan langsung dengan pasien. - (Republika/Putra M. Akbar)

 

 

 

widget->kurs();?>