Pemkot Palembang Minta Warga Waspada Demam Berdarah

Jumat , 22 Jan 2021, 21:27 WIB Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Pemkot Palembang Minta Warga Waspada Demam Berdarah (ilustrasi).
Pemkot Palembang Minta Warga Waspada Demam Berdarah (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, meminta warga setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kasusnya pada Januari-Februari cukup tinggi.

 

Terkait

"Pada penghujung musim hujan sekarang ini perlu ditingkatkan kewaspadaan ancaman penyakit DBD karena seperti tahun-tahun sebelumnya terjadi peningkatan jumlah penderita yang cukup tinggi," kata Sekda Palembang, Ratu Dewa di Palembang, Jumat (22/1).

Menurut dia, penyakit DBD sama halnya dengan COVID-19 dapat mengakibatkan penderitanya meninggal dunia, oleh karena itu warga kota ini perlu meningkatkan kewaspadaan dari penyakit tersebut agar tidak menjadi korban.

Untuk mewaspadai ancaman penyakit DBD, warga Bumi Sriwijaya ini diimbau menggalakkan kegiatan pembersihan lingkungan tempat tinggal, kerja, dan tempat lainnya dari hal-hal yang bisa menjadi sarang nyamuk aedes aegypti penyebar virus penyebab demam berdarah.

Kemudian warga juga dapat melakukan kegiatan menutup tempat penampungan air bersih, menguras secara rutin tempat penampungan air dan memberi bubuk pembasmi jentik nyamuk (abate), serta mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Untuk mewaspadai ancaman DBD dan berbagai jenis penyakit lainnya yang biasa mengancam pada setiap musim hujan, salah satu cara yang efektif yakni dengan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat, ujar sekda.

Sementara sebelumnya Kadinkes Sumsel, Lesty Nuarainy menjelaskan bahawa pada periode Januari-Februari tahun 2020 terdapat 1.154 kasus DBD, sedangkan tahun sebelumnya terdapat 1.314 kasus.

Melihat data terdapat penderita DBD yang cukup banyak dalam dua bulan tersebut, masyarakat di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu diimbau untuk waspada terhadap penyakit yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti itu, kata kadinkes.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini