15 Rajab 1442

Taiwan melaporkan Penyusupan Pesawat Pembom China

Ahad , 24 Jan 2021, 09:10 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Pesawat pembom China.
Foto : Google.com
Pesawat pembom China.

IHRAM.CO.ID, -- Delapan pesawat pembom China dan empat jet tempur memasuki sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada Sabtu, (23/1). Pihak kementeria Taiwan merespons dengan menyatakan Angkatan udara Taiwan bereaksi dengan mengerahkan rudal untuk "memantau" serangan itu

Sepeti dilansir Jerusalem Post, China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, telah melakukan penerbangan hampir setiap hari di atas perairan antara bagian selatan Taiwan dan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan. Tindakan ini terjadi  dalam beberapa bulan terakhir.

Namun mereka umumnya hanya terdiri dari satu atau dua pesawat pengintai. Kehadiran begitu banyak pesawat tempur China dalam misi ini - Taiwan mengatakan itu terdiri dari delapan pembom H-6K berkemampuan nuklir dan empat jet tempur J-16 - adalah hal yang tidak biasa.

Sebuah peta yang disediakan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan menunjukkan bahwa pesawat Tiongkok, yang juga termasuk pesawat anti-kapal selam Y-8, terbang di atas perairan yang sama di mana misi Tiongkok terbaru telah berlangsung di dekat Kepulauan Pratas, meskipun masih jauh dari daratan Taiwan.

Chengdu J-20 stealth fighter jets of Chinese People's Liberation Army (PLA) Air Force perform with open weapon bays during the China International Aviation and Aerospace Exhibition, or Zhuhai Airshow, in Zhuhai, Guangdong province, China November 11, 2018. (photo credit: STRINGER/ REUTERS)

Keterangan foto: Jet tempur siluman Chengdu J-20 milik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) tampil dengan ruang senjata terbuka selama Pameran Penerbangan dan Luar Angkasa Internasional Tiongkok, atau Zhuhai Airshow, di Zhuhai, provinsi Guangdong, Tiongkok 11 November 2018.

Angkatan udara Taiwan memperingatkan pesawat China dan mengerahkan rudal untuk memantau mereka, tambah kementerian, menggunakan kata-kata standar untuk bagaimana menanggapi kegiatan semacam itu.

"Serangan peringatan lintas udara telah ditugaskan, peringatan radio dikeluarkan dan sistem rudal pertahanan udara dikerahkan untuk memantau aktivitas tersebut," katanya dalam sebuah pernyataan singkat. 

BERITA TERKAIT