24 Rajab 1442

Polisi Rusia Minta Maaf Kepada Wanita Pendukung Oposisi

Selasa , 26 Jan 2021, 14:42 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Petugas penegak hukum berjaga selama demonstrasi untuk mendukung pemimpin oposisi Rusia Alexey Navalny yang dipenjara di Saint Petersburg.
Petugas penegak hukum berjaga selama demonstrasi untuk mendukung pemimpin oposisi Rusia Alexey Navalny yang dipenjara di Saint Petersburg.

IHRAM.CO.ID, -- Unggahan video polisi yang menendang perempuan pengunjuk rasa pendukung opisi di St.Peterbug memicu kemarahan publik Rusia. Media sosial negara itu penuh dengan amarah publik.

Menyadari hal ini pihak polisi Rusia pun segera meminta maaf. Mereka mendatangi bangsa perawatan tempat perpempuan yang ditendang perutnya di rawat.

Sebelumnya, sebuah video pendek, yang dibuat selama unjuk rasa menuntut pembebasan tokoh oposisi Alexey Navalny pada hari Sabtul lalu beredar dipublik. Tayangan itu menunjukkan seorang wanita berdiri di jalan bersama tiga petugas dengan perlengkapan anti huru hara saat mereka mengawal seorang pria yang ditahan.

“Mengapa kamu menangkapnya?” Perempuan itu bertanya kepada para polisi itu seperti dilansir laman Rusia Today.

Alih-alih pertanyaanya dijawab, perempuan ini malah menerima tendangan keras di perut dari salah satu dari mereka. Perempuan itu pun jatuh ke tanah.

Wanita, yang kemudian diidentifikasi sebagai Margarita Yudina yang berusia 54 tahun, langsung dilarikan ke rumah sakit dari tempat kejadian setelah kepalanya terbentur di trotoar. Media Rusia melaporkan bahwa petugas medis menggambarkan kondisinya sebagai "serius" karena dia mengalami gegar otak dan trauma kepala.

Pada hari Minggu lalu (25/1), Margarita sudah merasa cukup sehat untuk menerima pengunjung, dengan salah satunya adalah polisi yang memberikan pukulan kepadanya.

Dia datang ke bangsal wanita itu dengan membawa seikat bunga dan menyampaikan "permintaan maaf yang terdalam dan tulus."

BERITA TERKAIT

 

widget->kurs();?>