Kamis 28 Jan 2021 07:46 WIB

Malaysia Minta Masukan SOP Sertifikasi Halal Luar Negeri

Malaysia ingin tingkatkan proses pengakuan lembaga sertifikasi halal di luar negeri.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani
Ilustrasi Makanan Halal
Foto: MGROL100
Ilustrasi Makanan Halal

IHRAM.CO.ID, PUTRAJAYA -- Pemerintah Malaysia meminta masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri dan kedutaan asing, untuk meningkatkan proses pengakuan lembaga sertifikasi halal di luar negeri.

Menteri Urusan Agama Islam Malaysia, Datuk Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri, mengatakan hal ini dilakukan karena pemerintah ingin mendengarkan pandangan para pemangku kepentingan, sebelum menguraikan prosedur standar operasional (SOP) yang sesuai untuk proses tersebut.

"Ini untuk memperkuat sertifikasi halal Malaysia, dengan menyempurnakan prosedur pengakuan badan sertifikasi halal di luar negeri,” katanya, dilansir di Bernama, Kamis (28/1).

Zulkilfli mengatakan prosedur ini nantinya akan diunggah ke portal www.halal.gov.my. Publik maupun pemangku kepentingan bisa memberikan masukan melalui situs tersebut.

Agar lebih memahami masalah terkait sertifikasi halal, Zulkifli mengatakan para pejabat telah mengunjungi beberapa pabrik dan gudang penyimpanan daging di Tanah Air.

Dari hasil kunjungan ini, ia menyebut ada beberapa tanggapan positif. Pabrik maupun gudang penyimpanan daging ini juga mengatakan komitmennya untuk memastikan pasokan dari sumber halal.

Zulkifli mengatakan, Malaysian Halal Council (MHM) juga akan diaktifkan kembali. Pengaktifan dilakukan setelah beberapa kali dilakukan pembahasan yang melibatkan instansi terkait.

Pembahasan ini dilakukan berhubungan dengan masalah kartel daging, serta pertemuan dengan importir dan distributor daging awal bulan ini.

Begitu MHM diaktifkan kembali, lembaga ini tidak hanya beranggotakan dari Kementerian Agama, tetapi juga diisi oleh kementerian lain. Badan profesional dan ahli halal ikut dilibatkan untuk memantau kebijakan dan arahan yang dikeluarkan oleh Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim) tentang masalah halal. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement