Ahad 31 Jan 2021 20:12 WIB

Sekjen DMI: NU Warnai Politik Islam demi NKRI

NU selama ini memiliki tokoh-tokoh kiai yang beragam

Rep: Umar Mukhtar/ Red: A.Syalaby Ichsan
Sekretaris Jenderal DMI KH Imam Addaruquthni.
Foto: DMI
Sekretaris Jenderal DMI KH Imam Addaruquthni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni mengatakan, Nahdlatul Ulama pada usianya yang ke-95 tahun ini telah menunjukkan karir sosial-keagamaan dan sosial-politiknya yang sungguh mencerahkan.

Imam berharap,  NU terus berkiprah mewarnai politik Islam yang memiliki komitmen kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia menyebutkan, NU selama ini memiliki tokoh-tokoh kiai yang beragam."Ada kiai yang tetap berpegang pada Khittah 1926, tanpa menyentuh persoalan politik tetapi selalu berjalan untuk mencerahkan bangsa dengan tetap mengemas dakwah dan memberi pencerahan Islam dengan berdasarkan pada kitab-kitab turats," kata dia kepada Republika.co.id, Ahad (31/1).

Menurut Imam, hal itulah menjadi bagian yang paling konsisten dari NU. "Terlebih lagi di angkatan-angkata muda NU juga sudah merambah dunia politik yang cukup dalam. Saat ini saya kira generasi muda NU juga memetik hasil kiprah politik NU," tuturnya.

Imam melihat, kemungkinan yang dicari NU saat ini adalah hubungan atau relasi dialektis antara kiai-kiai NU yang berpegang dan konsisten pada kitab-kitab turats. Di sisis lain, ada juga kiai NU yang masuk ke dunia politik.

"Anak-anak muda Nu juga sudah sangat dalam sehingga 95 tahun usia NU saya rasa bukan saja NU yang menikmati, tetapi bangsa ini juga menikmati kehadiran NU," tuturnya.

Contohnya, lanjut Imam, wakil presiden RI saat ini berasal dari kalangan Nahdliyyin. "Kemudian menteri-menterinya juga banyak dari NU, termasuk menteri agama yang baru itu dari NU," tambahnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement