Asrama Haji Maluku Dilengkapi Gedung Layanan Baru

Senin , 08 Feb 2021, 10:22 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Asrama Haji Maluku Dilengkapi Gedung Layanan Baru (ilustrasi).
Asrama Haji Maluku Dilengkapi Gedung Layanan Baru (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Sarana prasarana layanan Asrama Haji Transit Provinsi Maluku kini semakin lengkap. Terbaru, sebuah gedung dengan luas bangunan 8.500 meter persegi dan diberi nama Muzdalifah diresmikan.

 

Terkait

Gedung Muzdalifah ini memiliki kapasitas daya tampung 650 jamaah, dan terdiri dari 114 kamar. Gedung tersebut diresmikan oleh Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), Nizar Ali, Ahad (7/2).

Dalam sambutannya, ia menyebut asrama haji di berbagai provinsi bisa digunakan oleh semua umat. "Silahkan gunakan gedung asrama haji ini untuk berbagai kegiatan (red: di luar kegiatan ibadah) bagi semua masyarakat dan agama,” kata Nizar Ali dalam keterangan yang didapat Republika, Senin (8/2).

Mewakili Menteri Agama, Nizar menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung berdirinya asrama haji Ambon, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku. Diresmikannya gedung ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji dan masyarakat umum.

Kemenag memandang, melayani jamaah haji adalah kemuliaan. Karena itu, Kemenag terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada tamu-tamu Allah, termasuk peningkatan layanan asrama haji.

Saat ini, asrama haji sudah ada di 34 Provinsi, dengan 13 di antaranya merupakan asrama haji embarkasi. Lima asrama haji berstatus sebagai embarkasi antara dan sisanya merupakan asrama haji transit.

Nizar menilai keberadaan asrama haji sangat penting bagi jamaah Indonesia. Selain karena jumlahnya terbesar di dunia, kondisi geografis Indonesia yang sangat luas membutuhkan tempat untuk transit dan menyelesaikan berbagai hal sebelum berangkat ke tanah suci.

Jamaah haji Indonesia tersebar di hampir 500 kabupaten/kota. Jarak terjauh yang ditempuh jamaah menuju Ibu kota provinsi yakni 1.400 KM di Provinsi Sulawesi Tengah dan jarak tempuh terlama 60 jam di Provinsi Kalimantan Tengah). 

Tak hanya itu, alat transportasi yang digunakan kebanyakan masih tradisional. Di Kalimantan Tengah, misalnya, masih ada jamaah yang mengunakan perahu klotok untuk sampai ke ibukota provinsi.

Di Papua, ada jemaah haji yang harus menumpang kapal laut untuk berlayar ke ibu kota provinsi, sementara kapal tersebut tidak berlayar setiap hari, belum lagi jika ombak tinggi.

“Dengan adanya asrama haji, jamaah dapat menghemat energi, beristirahat sejenak sambil menyelesaikan semua hal yang berkaitan dengan keberangkatan, sehingga ketika berangkat ke tanah suci, fisiknya terjaga dengan baik,” kata Nizar Ali.

Sejalan dengan ucapan Sekjen Kemenag ini, Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail, menyampaikan pembangunan gedung asrama haji transit Maluku ini untuk semua umat.

"Saya ikut campur di situ, karena seorang pemimpin itu yang dibutuhkan hanya tanda tangan. Pemimpin harus melihat semua umat,” kata Murad Ismail.

Ia menyampaikan keberadaan asrama haji merupakan kebutuhan utama, karena menjadi salah satu pusat pelayanan haji bagi masyarakat. Ini juga merupakan upaya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi calon jamaah haji di Ambon. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini