Ahad 14 Feb 2021 18:14 WIB

Kunci Sukses Dakwah Tokoh Bangsa Menurut Adian Husaini

Ketum DDII mengajak teladani dakwah para tokoh pendiri bangsa

Rep: Bowo Pribadi / Red: Nashih Nashrullah
Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Dr Adian Husaini MSi, saat membedah metode dakwah di era revolusi industri 4.0 yang diselenggarakan kampus Unissula, akhir pekan kemarin.
Foto: Humas Unissula
Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Dr Adian Husaini MSi, saat membedah metode dakwah di era revolusi industri 4.0 yang diselenggarakan kampus Unissula, akhir pekan kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG—Keteladanan para tokoh besar pendiri bangsa dalam berdakwah masih sangat relevan bagi kebutuhan dakwah, di era Revolusi Industri 4.0 seperti sekarang ini.

Pasalnya, dakwah para tokoh besar bangsa tersebut merupakan dakwah bilhikmah atau dakwah dengan cara-cara yang arif dan bijaksana.

Baca Juga

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Prof Adian Husaini MSi pada acara bertajuk ‘Membedah Metode Dakwah di Era Revolusi Industri 4.0’ yang diselenggarakan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (13/2).         

Menurutnya, dalam berdakwah, kendati di era Revolusi Industri 4.0-, harus banyak belajar dan mencontoh tokoh-tokoh besar pendiri bangsa ini, yang telah berdakwah dengan mengedepankan akhlak serta keteladanannya.

Bahkan, itu telah dibuktikan para tokoh bangsa tersebut bukan sekadar dalam perkataannya, namun juga dibuktikan dalam hal tindakan serta sikapnya. “Karena berdakwah memang harus bilhikmah,” ungkapnya.

Hebatnya lagi, lanjutnya Adian Husaini, mereka dapat mendebat lawan maupun kawan secara tajam tanpa kehilangan esensi dakwahnya. Sehingga tetap dapat mencapai tujuan dakwahnya dengan efektif.

Dia pun menyebut, banyak tokoh Indonesia, pada eranya, yang luar biasa dalam berdakwah. Misalnya saja Mohammad Natsir yang ketokohannya cukup dikenal dan juga diakui dunia internasional.

Para tokoh pendiri bangsa sekaliber Mohammad Natsir tersebut tidak sekadar mewariskan aset harta untuk perjuangan. Lebih dari itu mereka juga mewariskan aset intelektual, bagaimana seorang pendakwah juga pemikir, penulis, ulama juga cendekiawan bangsa.

Demikian juga mereka telah mewariskan aset keteladanan maka tokoh besar seperti Mohammad Natsir sangat mengagumkan dan menjadi salah satu aset bangsa dalam berdakwah.

“Itulah mengapa para pendakwah jaman dulu yang harus kita teladani, karena kualitasnya bukan ‘kaleng- kaleng’ kalau istilah sekarang,” tegasnya.

Oleh karena itu, Adian Husini berpendapat, pentingnya dakwah bilhikmah. Yaitu dakwah bukan hanya dengan ilmu, melainkan ilmunya memang telah terverifikasi. Selain itu juga berdakwah dengan kebijaksanaan.

“Sehingga dakwah akan sangat efektif dan mampu membimbing kita (umat) untuk berjalan ke arah yang benar, di era seperti sekarang ini,” ujar Adian yang juga Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor tersebut.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement