Selasa 16 Feb 2021 01:09 WIB

Wagub Ariza Berharap Libur Imlek tak Tingkatkan Kasus Covid

Wagub sebut Pemprov sudah antisipasi agar libur Imlek tak berdampak seperti nataru

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria  mengharapkan libur Imlek pada Jumat (12/2), tidak berdampak pada penularan COVID-19 dalam dua pekan ke depan.
Foto: Republika/Flori Sidebang
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengharapkan libur Imlek pada Jumat (12/2), tidak berdampak pada penularan COVID-19 dalam dua pekan ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengharapkan libur Imlek pada Jumat (12/2), tidak berdampak pada penularan COVID-19 dalam dua pekan ke depan.

"Mudah-mudahan saya berharap liburan Imlek ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan (COVID-19)," kata Riza di Jakarta, Senin malam.

Namun demikian, Riza menyebut pihaknya telah melakukan antisipasi agar libur Imlek ini tidak berdampak seperti libur natal dan tahun baru di akhir tahun sebelumnya, dengan melakukan pengontrolan bersama berbagai pihak agar pergerakan masyarakat yang berpergian ke luar kota lebih sedikit.

"Kita sepakat di masa liburan ini yang pergi ke luar kota tidak sebesar dengan liburan sebelumnya," ucap politisi Gerindra itu.

Lebih lanjut, Riza mengapresiasi Wali Kota Bogor, Bima Arya yang disebutnya berjasa dalam menekan mobilitas warga saat libur Imlek pada Jumat lalu.

Karena menurutnya kebijakan ganjil-genap saat akhir pekan berhasil mengurangi pergerakan masyarakat. Warga Jakarta yang ingin bepergian ke Bogor menjadi harus berpikir dua kali.

"Kami mengapresiasi kebijakan yang diambil pak Bima ya terkait ganjil genap. Itu membantu supaya masyarakat (Jakarta) tidak keluar kota, ke Bogor setidaknya," ujar Riza.

Tak hanya Bima, Riza juga mengapresiasi pemuka agama Budha dan komunitas Konghucu, sebab perayaan Imlek tahun ini digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

"Saya juga berkunjung ke Wihara, mereka disiplin, bahkan secara umum malah tidak dibuka. Bahkan (umat) diimbau ibadah atau melakukan perayaan di rumah masing-masing," tuturnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement