Saudi Mulai Siapkan Vaksin Covid-19 Bagi Angkatan Bersenjata

Kamis , 18 Feb 2021, 08:12 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Program vaksinasi
Program vaksinasi

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Angkatan Bersenjata Arab Saudi mulai menyiapkan vaksinasi Covid-19 bagi anggotanya. Hal ini diinformasikan Kantor Pers Saudi, Rabu (17/2). Wakil Komandan Pasukan Pertahanan Udara Saudi, Mayor Jenderal Mohammed Al-Balawi, mengadakan sebuah pertemuan dilakukan untuk meninjau rencana dan inisiatif vaksin ini.

 

Terkait

Para pemimpin angkatan bersenjata dari seluruh wilayah Kerajaan, baik pangkalan udara, armada, dan kelompok lain hadir dalam pertemuan itu. Tak ketinggalan, tim dari dukungan krisis sementara Kementerian Pertahanan untuk pandemi Covid-19.

Dilansir di Arab News, Kamis (18/2), dalam pertemuan tersebut, mereka membahas perlunya mengimunisasi pegawai kementerian melalui pusat vaksinasi yang didirikan di semua wilayah militer.

Mereka juga mendesak anggotanya untuk mendaftarkan data mereka melalui unit mereka di sistem inokulasi kementerian. Tak hanya itu, setiap pihak didorong untuk terus mematuhi tindakan pencegahan dan protokol kesehatan.

Dalam setiap kesempatan, otoritas Kerajaan menegaskan mengatakan hukuman atau denda akan diberikan kepada individu yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan itu.

Sebelumnya, diberitakan Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut akan mendatangkan sejumlah besar vaksin Covid-19 dari berbagai pemasok. Vaksin-vaksin ini akan datang bertahap, selama beberapa hari ke depan.

Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, mengatakan Kerajaan merupakan salah satu negara pertama di dunia yang mulai melakukan vaksinasi, sejak 17 Desember 2020.

Dalam pidato yang disampaikan secara virtual, dalam Forum Penelitian Haji dan Umrah ke-20, Al-Rabiah mengatakan ada lebih dari 230 klinik (Tetamman) yang tersedia untuk tes virus Covid-19. Namun, klinik tersebut tidak bisa menyediakan prosedur pemeriksaan yang ekstensif.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengumumkan telah menyetujui dua vaksin tambahan Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Moderna. Dua vaksin tersebut akan digunakan di Kerajaan, setelah sebelumnya menggunakan vaksin Vaksin Pfizer / BioNTech.

Direktur jenderal urusan kesehatan di Provinsi Timur, Ibrahim Al-Oraifi mengatakan ada persaingan global untuk mendapatkan pasokan vaksin, dan permintaan vaksin Pfizer sangat tinggi. Namun dia menambahkan bahwa otoritas Saudi telah mendapatkan jumlah yang baik dan upaya vaksinasi sedang ditingkatkan.

“Ada peningkatan jumlah pekerja di pusat vaksin di Kerajaan karena mereka mendapatkan pengalaman yang baik, di mana alur kerja menjadi lebih cepat dan lebih besar dengan perluasan ruang penerimaan untuk penerima vaksin,” katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini