Panggilan Telpon Pertama Biden dan Netanyahu

Kamis , 18 Feb 2021, 09:34 WIB Redaktur : Esthi Maharani
Presiden Amerika Serikat Joe Biden
Presiden Amerika Serikat Joe Biden

IHRAM.CO.ID, TEL AVIV - Presiden AS Joe Biden melakukan panggilan telepon pertama yang telah lama ditunggu-tunggu kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (17/2) setelah penundaan yang membuat Washington menyangkal telah melecehkan pemimpin Israel.

 

Terkait

Ada spekulasi bahwa presiden Partai Demokrat itu menandakan ketidaksenangan atas hubungan dekat Netanyahu dengan mantan Presiden Donald Trump, yang menelepon pemimpin sayap kanan itu dua hari setelah pelantikannya pada 2017.

Biden telah berbicara dengan sekitar selusin pemimpin dunia lainnya sejak menjabat pada 20 Januari. Gedung Putih mengatakan bahwa Netanyahu, yang berbeda dengan Biden dalam beberapa masalah utama Timur Tengah seperti Iran, akan menjadi pemimpin regional pertama yang akan dia panggil.

Penundaan dalam panggilan kehormatan tradisional juga secara luas dianggap oleh para analis sebagai tanda bahwa Biden tidak ingin terlihat mendukung Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel pada 23 Maret. Beberapa mengatakan itu juga bisa menandakan hubungan yang lebih dingin jika Netanyahu memenangi pemilihan kembali.

"Itu adalah percakapan yang bagus," kata Biden kepada wartawan di Ruang Oval tempat dia bertemu dengan para pemimpin buruh AS.

Biden dan Netanyahu berbicara selama sekitar satu jam tentang berbagai masalah termasuk Iran dan hubungan Israel yang berkembang dengan negara-negara Arab dan Muslim di kawasan itu, kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Kantor Netanyahu mengatakan kedua pemimpin itu "membahas kemajuan masa depan perjanjian perdamaian, ancaman Iran dan tantangan regional, dan setuju untuk melanjutkan dialog mereka," kata pernyataan itu.

"Kedua pemimpin mencatat hubungan pribadi lama mereka dan mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama memperkuat aliansi yang kokoh antara Israel dan AS," tambahnya.

Mereka juga berbicara tentang cara menangani pandemi virus corona, kata pernyataan itu.

sumber : Antara / Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini