Kamis 18 Feb 2021 23:31 WIB

Penderita Gangguan Jiwa Luput dari Vaksinasi Covid di Eropa

Peneliti meminta penderita gangguan jiwa masuk prioritas penerima vaksin.

Penderita Gangguan Jiwa Luput dari Vaksinasi Covid di Eropa. Seorang karyawan NHS memeriksa ruang vaksinasi di pusat vaksinasi massal Elland Road di Leeds, Inggris, Senin 8 Februari 2021. Vaksin AstraZeneca digunakan di Leeds dan secara luas di Inggris meskipun Afrika Selatan telah menangguhkan rencana untuk menggunakannya untuk Petugas kesehatan garis depan setelah uji klinis kecil menunjukkan bahwa itu mungkin tidak efektif melawan varian virus korona Afrika Selatan.
Foto: AP/Danny Lawson/PA
Penderita Gangguan Jiwa Luput dari Vaksinasi Covid di Eropa. Seorang karyawan NHS memeriksa ruang vaksinasi di pusat vaksinasi massal Elland Road di Leeds, Inggris, Senin 8 Februari 2021. Vaksin AstraZeneca digunakan di Leeds dan secara luas di Inggris meskipun Afrika Selatan telah menangguhkan rencana untuk menggunakannya untuk Petugas kesehatan garis depan setelah uji klinis kecil menunjukkan bahwa itu mungkin tidak efektif melawan varian virus korona Afrika Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebagian besar negara di Eropa tidak memasukkan para penderita gangguan mental ke dalam daftar penerima vaksin Covid-19 padahal mereka rentan kena Covid-19, demikian temuan sebuah riset yang diumumkan, Rabu (17/2).

Dari 20 negara yang disurvei, hanya Belanda, Inggris, Jerman, dan Denmark yang mengakui gangguan mental sebagai penyakit. Empat negara itu juga membuat ketentuan khusus terkait vaksinasi terhadap para penderita gangguan jiwa.

Baca Juga

"Pasien-pasien ini banyak dilupakan dalam sebagian besar rencana vaksinasi, dan ini harus berubah," kata salah satu peneliti dan profesor University Psychiatric Hospital Campus Duffel Belgia, Livia De Picker.

"Hasil penelitian terbaru menunjukkan jika Anda memiliki penyakit mental, maka risiko tertular Covid-19 naik 65 persen, dan tingkat kematian penderita gangguan jiwa parah 1,5 hingga dua kali lebih tinggi (daripada pasien biasa)," kata dia.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement