19 Rajab 1442

Agar Kesucian Masjid Terjaga Meski Jadi Tujuan Wisata

Jumat , 19 Feb 2021, 00:15 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Ani Nursalikah
Agar Kesucian Masjid Terjaga Meski Jadi Tujuan Wisata. Wisatawan mengunjungi  Masjid Menara Kudus, di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2020). Masjid bersejarah peninggalan Sunan Kudus sekaligus menjadi tempat wisata ziarah makam Sunan Kudus yang terletak di sisi barat kompleks masjid itu menjadi tujuan warga dari sejumlah kota di Indonesia untuk mengisi liburan hari Maulid Nabi Muhammad SAW.
Foto : YUSUF NUGROHO/ANTARA
Agar Kesucian Masjid Terjaga Meski Jadi Tujuan Wisata. Wisatawan mengunjungi Masjid Menara Kudus, di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2020). Masjid bersejarah peninggalan Sunan Kudus sekaligus menjadi tempat wisata ziarah makam Sunan Kudus yang terletak di sisi barat kompleks masjid itu menjadi tujuan warga dari sejumlah kota di Indonesia untuk mengisi liburan hari Maulid Nabi Muhammad SAW.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Tour Leader Muslim Arsiya Heni Puspita menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan agar kesucian dan kesakralan masjid tetap terjaga meski masjid menjadi destinasi wisata. Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong masjid-masjid bersejarah di Indonesia jadi objek wisata religi.

Heni mengatakan agar kesucian atau kesakralan masjid tetap terjaga, wisatawan harus mematuhi peraturan yang ditetapkan masjid. Diantaranya, wisatawan harus berpakaian islami saat memasuki area masjid. 

"Sebaiknya masjid mempersiapkan jubah dan hijab beserta tempat salinnya (ganti baju) berupa ruangan yang bisa digunakan, terutama untuk pengunjung non-Muslim, sendal dan sepatu juga bisa dititip di ruangan ini," kata Heni kepada Republika.co.id, Kamis (18/2).

Ia menerangkan, perlu disediakan tempat khusus untuk masuk dan melihat kegiatan di dalam masjid. Termasuk untuk melihat pelaksanaan sholat agar tidak mengganggu mereka yang sedang beribadah.

Baca Juga

Kemudian, perlu ada pameran foto dan keterangan sejarah masjid. Lebih bagus lagi ada pemandu lokal, misalnya imam masjid atau jamaah yang selalu siap memberikan keterangan kepada wisatawan yang datang.